WartaDepok.com – Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yuni Indriany dari Fraksi PDI Perjuangan, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Depok dalam menyeimbangkan anggaran pada APBD Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, strategi ini disusun secara matang dan tetap memberi ruang bagi kelanjutan program pembangunan di Kota Depok.
Dalam Rancangan APBD (RAPBD) 2026, Kota Depok mencatat defisit sebesar Rp232,025 miliar dengan proyeksi pendapatan daerah mencapai Rp4,165 triliun. Defisit tersebut rencananya akan ditutup melalui skema pembiayaan daerah sehingga struktur APBD tetap seimbang, sesuai ketentuan pengelolaan keuangan daerah, termasuk pedoman Permendagri Nomor 14 Tahun 2025.
Yuni menilai penggunaan pembiayaan daerah untuk menutup defisit merupakan langkah yang relevan dengan kondisi fiskal saat ini. Ia menekankan keberanian eksekutif dalam mengambil keputusan strategis yang berbasis data.
“Kepemimpinan fiskal eksekutif terlihat dari keputusan yang berorientasi ke depan dan disusun dengan dukungan data yang kuat. Kebijakan fiskal 2026 juga menunjukkan arah pembangunan yang progresif,” ujarnya saat ditemui, Selasa (18/11/2025).
Selain menekankan pentingnya strategi fiskal, Yuni juga menggarisbawahi bahwa penyeimbangan anggaran ini krusial untuk menjaga kesinambungan program prioritas, layanan dasar, serta agenda pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat Depok.
Wakil Ketua DPRD itu berharap agar proses pembahasan dan pelaksanaan APBD 2026 berlangsung sinergis antara legislatif dan eksekutif. Sinergi ini dinilai penting agar kebijakan fiskal tidak hanya tepat secara teknis, tetapi juga efektif dan akuntabel dalam memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Kolaborasi harus terus dijaga agar APBD 2026 dapat dilaksanakan secara efektif dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” pungkas Yuni.












