WartaDepok.com – Dua rumah tidak layak huni (RTLH) di RW 14 dan RW 16 Kelurahan Cimpaeun dipastikan akan dibangun tahun ini melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan Bank BJB lewat program Corporate Social Responsibility (CSR).
Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan bahwa kondisi kedua rumah tersebut sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
Salah satunya merupakan rumah milik warga yang memiliki anak penderita kanker, dengan kepala keluarga bekerja serabutan dan masih menggunakan tungku untuk memasak karena keterbatasan ekonomi.
“Ada lagi dua rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Anaknya sakit kanker, bapaknya kerja serabutan, rumahnya masih pakai tungku, nyari minyak tanah juga susah. Ini yang harus kita bantu,” ujar Supian Suri, dilansir melalui laman resmi pemkot Depok.
Rumah lainnya milik Suud juga berada dalam kondisi serupa dan belum masuk dalam usulan program RTLH reguler karena tidak memenuhi kriteria administratif.
Karena itu, Pemkot Depok mencari solusi alternatif agar pembangunan bisa segera dilakukan.
“Tadi saya minta tolong dua rumah ini kita usulkan ke Bank BJB lewat CSR. Kondisinya sudah tidak bisa menunggu tahun depan, harus dibangun sekarang,” jelasnya.
Supian Suri memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan untuk kedua rumah tersebut sekitar Rp100 Juta, dengan estimasi masing-masing rumah membutuhkan Rp50 Juta.
Seluruh pembiayaan akan dialokasikan melalui program CSR Bank BJB agar warga bisa segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.












