2 Anjing Diduga Positif Corona, JAAN: Belum Ada Buktinya

  • Whatsapp
Ilustrasi/Pixabay

WartaDepok.com – Dua ekor anjing dan satu kelinci milik warga Kota Depok yang positif terinfeksi Virus Corona diduga terjangkit virus yang sama. Hingga saat ini, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok masih memeriksa sampel swap hewan tersebut.

Menanggapi kabar tersebut organisasi pemerhati binatang, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menilai belum bisa dibuktikan, jika anjing bisa terinfeksi Virus Corona.

Read More

“Belum ada buktinya kan. Saya sih enggak percaya (kalau anjing terinfeksi virus Corona),” kata Founder Domestic Welfare JAAN Karin Franken ketika dikonfirmasi pada Kamis (5/3/2020).

Ia mencontohkan pada kasus pertama wabah Virus Corona di Hong Kong, ada pemilik anjing positif Virus Corona dan anjingnya pun dikabarkan positif.

Namun ternyata, kata dia, anjing peliharan orang yang positif terinfeksi Virus Corona ternyata tidak terinfeksi virus tersebut.

“Tidak terbukti dan anjingnya baik baik saja. Selama tidak ada buktinya saya tidak percaya. Dan banyak penyakit yang tidak bisa menular dari manusia ke anjing atau kucing atau kebalikan,” katanya.

Saat dikonfirmasi, jika ada hewan yang terpapar positif Virus Corona, ia mengatakan bahwa JAAN memiliki aturan sesuai Standar Operasional (SOP) yang ketat.

Menurut SOP JAAN, kata Karin, hewan tidak boleh masuk ke shelter sebelum menjalani massa karantina selama dua minggu, yang belum divaksin, dan belum bersih dari kutu.

“Jadi anjing dengan latar belakang apapun, yang pasti harus menjalankan karantina dan harus vaksin sesuai dengan SOP di JAAN, ” jelas Karin.

SOP tersebut, lanjut Karin, untuk menghindari anjing dan kucing dengan status tidak jelas. Karena bisa membawa virus atau kutu serta membayangkan anjing dan kucing di shelter JAAN.

“Sebenarnya yang seharusnya menjadi concern adalah penyakit lain. Seperti, leptospirosis, rabies, cacing, parvo dan distemper,” jelas dia.

Dari penyakit itu, sambung Karin, lepto, rabies, cacing bisa menular ke manusia dan bisa membahayakan manusia. Sedangkan untuk parvo dan distemper tidak bisa menular, tetapi sangat berbahaya karena sering membuat hewan meninggal.

“Juga sangat menular ke anjing lain. Makanya, kami tidak ingin ada outbreak penyakit di shelter karena akan sangat mahal untuk membiayai pengobatan mereka semua dan kita juga akan sangat sedih kalau fatal dan sampai meninggal, ” tuturnya.

Sebelumnya, dua ekor anjing dan seekor kelinci di Kota Depok dicurigai terinfeksi virus corona. Sampai saat ini, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok masih memeriksa ketiganya.

Ketiga binatang itu adalah milik dua warga Depok yang terinfeksi virus corona. Ketiga binatang itu dievakuasi, Senin (2/3/2020) malam. Langkah awal yang dilakukan adalah mengambil sampel swap ketiga hewan tersebut. (Wan/WD)

Related posts



banner 300300