Ada Sosok Afifah, Pengamat UI Sebut Pradi Diuntungkan

  • Whatsapp

WartaDepok.com – Ahli Komunikasi Politik Alumni Universitas Indonesia (UI), Rose Guilaume menuturkan, persaingan dalam Pilkada Depok 2020, sangat menarik karena diikuti satu-satu calon perempuan, Afifah Alia.

Hal ini tentu menjadi menarik, karena Afifah bersaing dengan laki-laki, yakni Mohammad Idris – Imam Budi Hartono.

Read More

Berpasangan dengan Pradi Supriatna, tentu menjadi bekal bagi keduanya. Artinya, Afifah dapat menarik suara dari kaum perempuan yang membutuhkan rasa simpatik, dan rasa keibuan. Sehingga keduanya dapat berbagi tugas dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Depok.

Dengan bekal yang dimiliki Afifah Alia yakni seorang pengusaha, yang juga politisi menjadikan pemilihnya lintas gender, lintas generasi, lintas ekonomi, lintas pendidikan, lintas agama, lintas suku, bahkan bisa juga lintas RW dan lintas RT.

“Pada dasarnya pemilih Afifah adalah semua warga Depok yang ingin perubahan. Perubahan dari pemimpin yang eksklusif, yang lebih memberi keuntungan dan keistimewaan kepada orang-orang golongannya, menjadi pemimpin yang inklusif yang mencoba merangkul para pendukung yang lintas-lintas itu,” Jelas Rose, yang pernah menjadi Asisten Dosen Komunikasi UI, Rabu (18/11).

Sosoknya, lanjut Rose, adalah pemimpin
yang tidak sibuk dengan retorika dan wacana, namun menjadikannya pemimpin yang pendiam tapi kerja.

“Kandidat perempuan Wakil Walikota Depok ini luar biasa. Terbukti dengan hasil kerja keras Afifah. Afifah adalah yang terkaya (sekitar Rp 33 Milyar) dibanding tiga kandidat laki-laki di Pilkada Depok,” jelasnya.

Dengan bukti tersebut, Afifah ingin mereplika atau menduplikasi kesuksesannya, membagi strategi dan tips bagaimana menjadi sukses.

Ini terlihat dalam program unggulan yg ditawarkannya. Misalnya: mencetak 1000 pengusaha baru. Mendorong ekonomi kerakyatan dan UMKM dengan Depok Online Marketing.

Dalam situasi pandemi Covid-19, dimana banyak usaha gulung tikar, buruh di PHK, daya beli menurun drastis, dibutuhkan orang-orang seperti Afifah yang tahu betul seluk beluk berbisnis, yang jatuh bangun membangun bisnis, sehingga ketika mewujudkan obsesinya mencetak 1000 pengusaha baru dan mendorong UMKM di Depok, Afifah dipastikan sukses.

“Tidak lagi coba-coba karena hanya tau teori bisnis,” tutup Rose. (Mia/WD)

Related posts