Afifah Alia dan Imam Budi Saling Serang di Debat Putaran Kedua

  • Whatsapp
Salah satu warga menyaksikan Calon Walikota Depok dan Wakil Walikota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia saat memaparkan visi dan misi dalam debat Pilkada 2020 secara daring di kanal YouTube KPU Kota Depok di kawasan Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Minggu (22/11). Debat publik tersebut mengusung tema tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan hukum di Kota Depok dalam era kebiasaan baru.(Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Dalam debat putaran kedua Pilkada Depok 2020, terlihat dua calon wakil walikota Afifah Alia dan Imam Budi Hartono kembali saling serang.

Dalam debat yang ditayangkan stasiun Kompas TV ini, keduanya ‘berbalas pantun’.

Read More

Imam mengaku Pemkot Depok telah mengadakan 1.000 kios yang diklaim “peminatnya luar biasa”. Tapi diakui ada yang maju, ada juga yang tersendat di tengah pandemi virus corona.

“Kami telah lakukan sejak tahun 2017-2020 per tahun setelah mencetak 1500 wirausaha lalu 1000 kios UMKM di alun-alun pameran umum yang bersifat online maupun offline,” kata Imam dalam debat, Senin (30/11).

Dalam debat publik bertajuk: “Kesehatan, Kesejahteraan dan Kesenjangan Di Kota Depok Dalam Era Kebiasaan Baru”, Imam sebagai calon walikota Depok tampil sendiri.

Mohammad Idris, calon walikota Depok tidak bisa tampil lantaran harus menginap di RSUD Kota Depok akibat terpapar virus corona.

“Ke depan Idris-Imam akan mencetak 5.000 pengusaha baru atau startup dan 1.000 perempuan pengusaha,” ujarnya.

Namun, Afifah membantah ketika diberi kesempatan berbicara. “Apakah Pak Imam tahu 1.000 kios yang dijanjikan tidak terealisasi dan kosong saat ini? Lebih dari 200 booth tidak terpakai saat ini,” kata politikus PDI-P itu.

“Jadi pertanyaan saya kepada Pak Imam, jangan cuma bicara tapi lihat kenyataan di lapangan,” lanjut Afifah.

Lebih lanjut Afifah yang juga pengusaha sukses Calon mengatakan dirinya akan fokus pada pengembangan pasar modern yang ramah untuk warga Depok. Tentu tanpa mematikan pasar tradisional.

“Salah satu fokus kami adalah mengembangkan pasar modern Depok. Tapi tak boleh mematikan pasar tradisional. Solusinya: kami akan batasi pasar modern di wilayah tertentu seperti di pinggir jalan utama,”

“Kami juga akan meretivitasi pasar tradisonal sehingga bersih, nyaman, aman dan murah untuk pelaku usaha,” tandas Afifah.(Mia/WD)

Related posts