Antisipasi Gangguan Banjir, Pengguna Transportasi Jabodetabek Diharapkan Aktif Mengakses Informasi

  • Whatsapp
Ilustrasi Terminal Jatijajar (Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Akibat bencana banjir yang terjadi beberapa hari ini, penyelenggaraan transportasi perkotaan di Jabodetabek menjadi salah satu sektor yang terdampak secara langsung.

Beberapa layanan transportasi khususnya yang berbasis jalan sempat dihentikan sementara atau dilakukan pengalihan akibat terhambat banjir.

Read More

Mengingat kondisi cuaca ekstrim masih mungkin terjadi pada beberapa hari ke depan, masyarakat diharapkan lebih aktif mengakses semua informasi terkait pelayanan transportasi.

Dengan demikian masyarakat akan dapat melakukan antisipasi terlebih dahulu jika terdapat gangguan penyelenggaraan transportasi, sehingga dapat mengambil keputusan lebih dini jika harus bermobilitas.

Dalam rangka hal itu Direktur Prasarana Badan Pengelola Transpotasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Edy Nursalam menyebutkan bahwa BPTJ telah memerintahkan semua operator penyelenggara transportasi di Jabodetabek untuk cepat tanggap menyampaikan informasi ke publik jika terjadi gangguan pelayanan akibat bencana banjir dan cuaca buruk akhir akhir ini.

Menurut Edy Nursalam transportasi publik merupakan bagian dari pelayanan publik maka wajib secara cepat diinformasikan kepada publik jika ada masalah dalam pelayanan, sekalipun disebabkan karena bencana alam.

“Untuk itu kami telah menyampaikan kepada segenap operator transportasi untuk mengindahkan hal ini,” jelas Edy.

Adapun untuk kanal-kanal informasi layanan penyedia sarana dan prasarana transportasi yang dapat diakses diantaranya adalah akun media sosial PT. KCI (@commuterline) dan akun twitter resmi layanan pelanggan PT. KAI (@KAI121).

Untuk MRT Jakarta masyarakat dapat mengakses melalui akun twitter @mrtjakarta dan untuk PT. TransJakarta melalui @pt_transjakarta.

Untuk pengguna jalan tol, masyarakat dapat mengakses informasi melalui akun twitter resmi lalu lintas penyelenggara jalan tol yaitu @ptjasamarga.

Pengguna transportasi Jabodetabek juga dapat mengakses informasi melalui akun Instagram BPTJ @bptjkemenhub.

Di sisi lain Edy menambahkan bahwa pada dasarnya penyelenggaraan transportasi perkotaan di Jabodetabek tidak boleh sama sekali terhenti meski terjadi banjir.

Oleh karena itu menurut Edy Nursalam BPTJ telah menerjunkan tim yang bersama dengan instansi lain saat ini tengah melalukan pemetaan wilayah yang berpotensi rawan terjadi gangguan pelayanan transportasi jika terjadi banjir, termasuk bagaimana mengkoordinasikan langkah antisipasinya.

“BPTJ hari ini telah melakukan rapat koordinasi melibatkan semua Dishub Pemprov / Pemkot / Pemkab se-Jabodetabek serta para operator transportasi. Kami sepakat untuk siap siaga mengantisipasi kemunginan dampak cuaca buruk beberapa hari ke depan terhadap transportasi, ” ujar Edy.

Kondisi Terminal Relatif Aman

Menyusul terjadinya banjir yang melanda beberapa wilayah di Jabodetabek, sejauh ini kondisi beberapa Terminal Bus dalam kondisi relatif aman termasuk keempat terminal yang berada di bawah pengelolaan BPTJ.

Meski keempat terminal di bawah pengelolaan BPTJ yang terdiri dari Terminal Baranangsiang Bogor, Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan, Terminal Jatijajar Depok dan Terminal Poris Plawad Tangerang relatif aman, langkah-langkah antisipatif tetap perlu untuk dilakukan.

Kondisi relatif aman juga terpantau di Terminal Pulo Gebang, Terminal Tanjung Priok dan Terminal Kalideres Jakarta.

Berbeda dengan kondisi terminal-terminal di atas, banjir terjadi di Terminal Kampung Rambutan.

Meski terdapat beberapa titik yang terdampak banjir, layanan operasional di Terminal Kampung Rambutan tetap berjalan normal.

Langkah penanganan banjir di Terminal Kampung Rambutan saat ini tengah dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta salah satunya melalui pembuatan waduk agar dapat menampung air dan mengantisipasi supaya tidak terulang kembali meluapnya air sungai hingga ke terminal.

Penumpukan penumpang akibat terjadinya banjir justru terdapat di terminal Bekasi. Penumpukan terjadi karena kedatangan bus yang terlambat akibat terjebak banjir.

Namun demikian, kondisi tersebut berangsur berkurang seiring dengan mulai menurunnya ketinggian air yang menggenangi beberapa titik di jalan tol Jakarta – Cikampek setelah dilakukan penyedotan air oleh Jasa Marga.

Related posts



banner 300300