Bisnis Probiotik Bikin Asyik di Masa Pendemi

  • Whatsapp

INDONESIAUPDATE.ID – Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) merupakan Fakultas Farmasi swasta pertama dan terbesar di Indonesia. 

Berdiri sejak 1964, saat ini Fakultas Farmasi Universitas Pancasila memiliki 5 (lima) program studi, meliputi D-3 Farmasi (Terakreditasi A), S-1 Farmasi (Terakreditasi A), Profesi Apoteker (Terakreditasi A), S-2/Magister Ilmu Farmasi(Terakreditasi B), dan S-3/Doktor Ilmu Farmasi (TerakreditasiC).

Dosen
FFUP berkolaborasi dengan mahasiswanya secararutin berbagi ilmu, wawasan, karya, dan teknologi kepadamasyarakat melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Read More

Pada kegiatan PKM yang diselenggarakan secara daring dihari Minggu, 7 Februari 2021, tema yang diangkat adalahBisnis Probiotik Bikin Asyik di Masa Pandemi.

Tema ini untuk memperkenalkan bahwa pembuatan probiotik tidak harusdibuat di laboratorium namun juga dapat dilakukan secarasederhana dengan bahan yang mudah diperoleh dari sekitar kita.

Teknik pembuatan yang sederhana ini sangatlah berguna untukseluruh peserta terutama dalam membantu menjaga kesehatantubuh di masa pandemi ini dan bagi yang berkeinginanmengembangkannya ke arah bisnis.

Selain itu, disampaikan juga materi yang berkaitan denganprogram ini.  Acara yang di moderatori oleh apt. Moordiani.,S.F, M.Sc ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan dibukasecara resmi oleh Dekan FFUP, Prof. Dr. apt. Shirly Kumala, M.Biomed. Kegiatan PKM ini terbuka untuk umum khususnyamahasiswa di seluruh Indonesia.

Tim pelaksana Program Pengabdian Masyarakat FakultasFarmasi Universitas Pancasila ini  merupakan kolaborasi dariDosen dan juga Mahasiswa FFUP.

Kegiatan ini diketuai oleh Dosen FFUP yakni, Dra.Umi Marwati, M.Si yang beranggotakan apt. Nur Miftahurrohmah, S.Si, M.Si, Dr. apt. Dian Ratih L, M.Biomed, apt. Dra. Liliek Nurhidayati, M.Si, dan apt. Hesty Utami R.S.Farm.,M.Clin,Ph.D.

Adapun timpelaksana dari mahasiswa antara lain, Arfin Ahsanul Ihsan, Ridwan Rachmadi, Bagus Santoso dan  juga Elvira Safitri yang merupakan Mahasiswa /i Prodi S-1 FFUP serta Amalia Nursakinatun Nisa, Widya Rahayu, Shafa Aini, dan RidhaRahita Laisa dari Prodi D-III FFUP.

Kegiatan ini diisi oleh 5 (lima) pemateri. Materi pertamadiisi oleh Dra.Umi Marwati, M.Si yang membahas mengenaiGut Microbiome, Probiotik dan Teknik Fermentasi. Materiini juga  mewakili materi kedua yang direncanakan dibawakanoleh apt. Nur Miftahurrohmah, S.Si, M.Si.

Disini, ketua pelaksana menjelaskan bahwa tubuh manusiasejak lahir merupakan tempat tinggal beberapa jenismikroorganisme dengan berbagai variasi yang sering disebutsebagai mikro flora normal.

Dra.Umi Marwati, M.Simenjelaskan mengenai asal mula terbentuknya gut microbiome di tubuh manusia yang terbentuk sejak manusia lahir.

Beliau juga menjelaskan bahwa flora normal memiliki kaitan dengangaya hidup manusia, seperti jenis makanan, tempat tinggal dan juga faktor genetik.

Dra.Umi Marwati, M.Si pun mengatakan bahwa jumlah gut microbiome sangat variatif di tubuh manusia terutama di saluranpencernaan.

Untuk
menjaga keseimbangan jumlah mikro flora normal dalam dalam saluran pencernaan, dapat  mengonsumsiprobiotik baik dalam bentuk pangan maupun minuman. Keseimbangan ini diharapkan dapat mendukung sistemkesehatan tubuh.

Pada materi ini pula, dijelaskan tentang teknik membuatsediaan pangan atau minuman probiotik melalui teknikfermentasi.

Keberhasilan teknik fermentasi produk probiotiktergantung pada manipulasi kebutuhan optimum pertumbuhan jenis mikroba probiotik yang digunakan mulai dari  ketepatansuhu saat inokulasi stater dan lamanya waktu fermentasi.

Dijelaskan
pula bahwa  kriteria mikroorganisme yang dapatdimasukkan ke dalam tubuh, antara lain, mikroorganisme harusmasih  hidup dan harus resisten terhadap antibiotik, kemudian mikroorganisme harus tahan terhadap asam garam empedu dan juga mikroorganisme harus melekat pada sel epitel usus.

Pemateri ketiga adalah Dr. apt. Dian Ratih L, M.Biomedyang membawakan judul Probiotik dan Imunitas.

Disini, pemateri menjelaskan bahwa manusia yang memiliki  sistemimun yang kuat adalah yang sistem imunnya tanggap pada keberadaan benda asing.

Pemateri ini juga menjelaskan bahwadengan mengonsumsi probiotik dapat meningkatkan imunitastubuh melalui mekanisme peningkatan pertahanan fisik pada mukosa usus.

Dr. apt. Dian Ratih L, M.Biomed juga mengingatkankepada peserta bahwa dengan mengonsumsi probiotik tidakhanya meningkatkan imunitas pada saluran cerna saja tapi juga menyeluruh ke organ lain yang jauh dari saluran cerna.

Beliau menjelaskan bahwa mengonsumsi probiotik dalam jangka waktuyang panjang, juga turut menyehatkan saluran cerna terutamapada orang-orang yang punya resiko penyakit saluran cerna, karena probiotik mampu mencegah pertumbuhan tumor.

Hal tersebut disebabkan karena probiotik bekerja denganmenghambat tumbuhnya bakteri patogen di sekitar salurancerna, dimana bakteri probiotik mampu menurunkan pH (sedangkan bakteri patogen tidak tahan akan pH rendah).

Sehingga bakteri patogen akan musnah. Oleh sebab itu, jika kitarajin mengonsumsi bakteri probiotik yang kualitasnya tinggimaka kesehatan dapat diraih.

Adapun judul dari materi keempat adalah KeamananPangan yang dibawakan oleh apt. Dra. Liliek Nurhidayati, M.Si,.

Pemateri mengatakan bahwa pangan merupakan segalasesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

Pemateri juga mengingatkan bahwa ada bahaya yang harusdiperhatikan dalam pangan antara lain, bebas dari bahayabiologis (bakteri, serangga, tanah, feses dan air kotor yang mengandung mikroba), kemudian bahaya kimia (bahanberbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan sepertiformalin, methanil yellow, rhodamin-b, dan boraks) dan jugabahaya fisik (potongan kuku, pecahan kaca, potongan logam, kerikil/pasir, plastik, rambut).

Pemateri ini juga mengingatkan kepada peserta agar cerdasmemilih pangan yang aman dengan Cek KLIK (Kemasan, Label, Ijin edar, Kedaluwarsa).

Selain itu juga menjagakebersihan, memisahkan pangan mentah dari yang matang, memasak dengan benar, menjaga pangan pada suhu aman, sertamenggunakan air dan bahan bahku yang aman.

Pemateri terakhir adalah apt. Hesty UtamiR.S.Farm.,M.Clin,Ph.D yang menjelaskan materi mengenaiIndustri Pangan Rumah Tangga.

Disini
pemateri terakhirmenjelaskan bahwa di era pandemi membuat kita harus kreatifmencari peluang untuk menghasilkan uang. Salah satunyadengan memproduksi pangan baik makanan maupun minumandalam skala industri rumah tangga.

Pangan yang mendapatkan perizinan Industri RumahTangga Pangan (IRTP)  dapat memperluas cakupan pasar penjualan karena ada jaminan legalitas produk yang dijual.

Ketentuan tentang jenis produk pangan yang diizinkan untukdiproduksi IRTP diatur dalam Peraturan BPOM No. 22 tahun2018 dimana terdapat 15 kriteria produk pangan yang tergolongpangan industri rumah tangga.

Pemateri ini mengatakan bahwa produk probiotik tidaktermasuk kategori produk pangan IRTP karena proses produksinya membutuhkan teknologi pasteurisasi.

Untuk mendapatkan perizinan, pemilik usaha mengajukan permohonanke Dinas Kesehatan melalui Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu,dengan melengkapi berkas yang diperlukan, antara lain sudahmemiliki sertifikat penyuluhan keamanan pangan dan hasilpemeriksaan sarana produksi pangan produksi IRTP memenuhisyarat.

Proses perizinan membutuhkan waktu kurang lebih 3 (tiga) bulan sampai sertifikat produksi pangan dapat dikeluarkan. Perizinan tersebut berlaku selama 5 (lima) tahun dan selanjutnyadapat dilakukan perpanjangan izin.

Setelah semua pemateri memaparkan materinya, ketuapelaksana Dra.Umi Marwati, M.Si, memperagakan caramembuat minuman probiotik dalam skala rumah tangga denganmenggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan melaluipemutaran vidio.

Adapun bahan yang digunakan antara lain susu (baik susu sapi segar, susu pasteurisasi maupun susu UHT yang sudah beredar di pasaran), kemudian ada kultur bakteri yang bisa didapatkan dari bahan fermentasi yang tersedia dipasaran, seperti merek Yakult, Biokul yogurt, Greenfields yogurt, Le Nature Sucre,  Cimory yogurt original.

Selain itu, adapula bahan tambahan sebagai perasa sepertiekstrak kunyit, temulawak, jahe, teh hijau, kelor (moringa) dan lainnya.

Adapun cara pembuatannya adalah diawali denganpasteurisasi susu terlebih untuk membunuh sebagian bakteri. Terdapat 2 cara yang dapat dilakukan antara lain, cara langsungdan cara steam.

Cara langsung dilakukan dengan memanaskan susu langsung diatas kompor selama 15-20 menit saat suhu mencapai65-70˚C. Cara steam dilakukan dengan cara mengukus susu pada waktu dan suhu yang sama. Perisa dapat langsungdimasukkan saat susu di pasteurisasi.

Setelah susu dipasteurisasi, didiamkan terlebih dahuluhingga suhunya mencapai 40-45˚C, barulah kultur bakteri dapat dimasukkan, dan diaduk hingga rata.

Setelah itu, dipindahkan kedalam wadah yang tertutup dan diinkubasi pada suhu yang hangat selama 12-24 jam. Kemudian dilihat keadaannya, apabilasusu mengental artinya fermentasi berhasil.

Tak hanya memperagakan cara pembuatannya kepadapeserta, Dra.Umi Marwati, M.Si, juga menjelaskan mengenaianalisis dari bisnis probiotik ini.

Materi yang dibawakan sangatmemberi antusiasme kepada para peserta, dimana jumlah pesertayang mengikuti kegiatan ini mencapai 684 dari berbagaiUniversitas, antara lain Universitas 17 Agustus, Universitas Muhammadiyah Prof.

Dr. HAMKA, STIKes IKIFA, UIN SyarifHidayatullah, Universitas Sumatera Utara, Universitas EsaUnggul, Akademi Farmasi Surabaya, Universitas Mulawarman, POLTEKKES KEMENKES Jakarta II, Universitas Kader Bangsa, Universitas Tarumanegara, UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Bali Internasional, STIKes Bakti Tunas Husada,  RSUD Cibabat, RS Mardi Lestara dan masih banyaklagi.

Tak hanya ilmu yang didapatkan, bahkan peserta juga dapatberkonsultasi mengenai bisnis probiotik di kegiatan ini melaluiWhatsApp grup.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan membuka dialog konseling dari hasil percobaan pembuatanminuman probiotik di rumah masing masing. Kegiatan lanjutanini direncakanan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2021 jam 10.00 WIB.

Related posts



banner 300300