BPTJ Sediakan Bus Alternatif Untuk Mendukung Prokes KRL Jabodetabek

  • Whatsapp
Bus AKDP/AKAP berada di Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, kemarin. Terminal Jatijajar rencananya tidak akan melayani perjalanan bus AKDP/AKAP mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 untuk menindaklanjuti rencana kebijakan pemerintah mengenai pelarangan mudik pada tahun ini.(Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Sebagai bagian dari langkah menjaga pemenuhan ketentuan protokol kesehatan di angkutan umum KRL Jabodetabek pada masa libur Lebaran 1442 H, pemerintah menyediakan angkutan bus bantuan gratis yang dioperasikan khusus pada pagi dan sore hari tanggal 15 dan 16 Mei 2021.

Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti menyampaikan kebijakan ini dilaksanakan menyusul terjadinya konsentrasi penumpang pada jam-jam tertentu di angkutan umum massal KRL Jabodetabek yang terjadi selama Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Read More

“Kita tidak bisa pungkiri bahwa meskipun pergerakan di wilayah aglomerasi telah dibatasi selama masa Libur Lebaran 1442 H, masih banyak masyarakat Jabodetabek yang memutuskan untuk melakukan kegiatan berpergian menggunakan angkutan umum massal,” ujar Polana dalam keterangan resminya, Sabtu (15/5/2021).

Untuk itu, menurut Polana, hal ini berdampak pada penumpang KRL yang didominasi oleh rombongan keluarga dan orang-orang yang dalam kesehariannya tidak menggunakan KRL.

“Para penumpang ini masih belum terbiasa terhadap protokol kesehatan di angkutan umum massal terutama pemenuhan ketentuan jaga jarak. Sangat berbeda dengan para komuter yang setiap hari menggunakan angkutan umum massal sehingga kultur bertransportasi seperti disiplin prokes telah terbentuk,” terang Polana.

Meskipun demikian, Polana menegaskan bahwa keberadaan angkutan bus alternatif ini disediakan tidak untuk memberikan kelonggaran terhadap masyarakat untuk leluasa berpergian.

“Di tengah masa Pandemi Covid-19 BPTJ terus mengajak masyarakat agar bijak bermobilitas terutama selama libur Lebaran, tidak lengah dalam menegakkan protokol kesehatan, menahan diri untuk berpergian, dan memilih untuk melakukan silaturahmi secara virtual selama masa libur Lebaran 1442 H,” kata Polana.

Menurut Polana ketersediaan bus sebagai angkutan alternatif yang dipersiapkan untuk mendukung pemenuhan ketentuan jaga jarak hanya akan dioperasionalkan manakala terjadi lonjakan penumpang KRL yang berpotensi terganggunya penegakan protokol kesehatan.

“Sebaliknya apabila tidak terdapat lonjakan, maka bus yang telah dipersiapkan juga tidak akan di operasionalkan,” jelas Polana.

Lebih lanjut Polana juga menambahkan meski jadwal bus telah ditentukan, namun demikian dalam implementasinya fleksibel menyesaikan kebutuhan di lapangan.

Adapun jadwal bus selengkapnya yang telah dipersiapkan sebagai berikut:

a. Untuk pagi hari pada hari Sabtu, 15 Mei 2021 dan Minggu, 16 Mei 2021, sekitar jam 08.30 WIB disediakan 8 (delapan) unit, masing-masing 4 (empat) bus dari Stasiun Bekasi dan Stasiun Cikarang menuju Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia dan Stasiun Juanda.

b. Untuk sore hari, pada hari Sabtu, 15 Mei 2021 dan Minggu, 16 Mei 2021, sekitar jam 15.30 WIB disediakan 8 (delapan) unit, masing-masing 1 (satu) bus dari Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia dan Stasiun Juanda dengan tujuan ke Stasiun Bekasi, dan Stasiun Cikarang.

c. Untuk sore hari, pada hari Sabtu, 15 Mei 2021 dan Minggu, 16 Mei 2021, sekitar jam 15.30 WIB disediakan 8 (delapan) unit masing-masing 1 (satu) bus dari Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia dan Stasiun Juanda dengan tujuan Stasiun Depok Lama dan Stasiun Bogor.

Polana menambahkan, selama masa peniadaan mudik Lebaran 1442 H, layanan transportasi di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek tetap tersedia untuk mengakomodir masyarakat yang masih harus melaksanakan kegiatan esensial dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Untuk itu, pemerintah terus menjalin koordinasi bersama para operator angkutan umum serta para pemangku kepentingan lainnya di Jabodetabek untuk dapat senantiasa menjaga penegakan protokol kesehatan, khususnya selama masa libur Lebaran 1442 H.

“Langkah koordinasi juga telah dilakukan dengan PT. MRT Jakarta dan PT. Transjakarta untuk memastikan layanan angkutan umum tetap berlangsung dengan menegakkan protokol kesehatan terutama ketentuan jaga jarak,” papar Polana.

Sebagai informasi, saat ini pengendalian transportasi di Jabodetabek masih mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transport Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Masih ada pembatasan kapasitas baik angkutan jalan maupun angkutan kereta api perkotaan yang masih harus menjadi perhatian kita bersama,” tutup Polana.

Related posts



banner 300300