Dinilai Tidak Ada Perkembangan, Warga: Hanya Orang Munafik Bilang Depok Gak Ada Perubahan

  • Whatsapp
Suasana perkantoran dan pemukiman penduduk di kawasan Margonda Raya yang semakin padat. Peningkatan populasi penduduk di Kota Depok dikatakan semakin tinggi dengan berkembangnya pembangunan secara terus menerus sehingga dapat mengakibatkan lahan penghijauan berkurang tidak berbanding seimbang dengan populasi manusia yang bertambah banyak.(Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 ada penilaian bahwa Kota Depok Kota yang tidak berkembang dalam hal pembangunan.

Mendengar hal itu, warga Depok yang sudah lama tinggal di kota tersebut merasa heran dengan orang -orang yang menilai Depok tidak ada perkembangan dan kemajuan.

Read More

Salah satunya diungkapkan Aulia warga Kelurahan Sukamaju.

Ia mengaku tinggal di Depok sejak tahun 1972 dan bekerja di PT. ICI Paints dan mengetahui perkembangan dan kemajuan Kota Depok sejak dipimpin Wali Kota Badrul Kamal, Nur Mahmudi Ismail, dan Mohammad Idris sekarang ini yang wakilnya Pradi Supriatna.

“Saya tahu persis perkembangan dan kemajuan Kota Depok dari zaman Wali kota pak Badrul Kamal sampai sekarang Pak Idris yang wakilnya Pak Pradi Supriatna.

Saya nilai Depok sudah banyak perubahan dan kemajuan, sejak masih Kotip yang bernaung di Kabupaten Bogor, ” kata Aulia, Sabtu (5/12/2020).

Tak hanya Aulia, Adamas pria kelahiran tahun 1990 pun merasakan dan melihat perkembangan pembangunan Kota Depok.

Bahkan ia merasakan dan memperhatikan Depok masih gabung dengan Kabupaten Bogor.

“Saya merasakan dan memperhatikan perkembangan Kota Depok. Hanya orang munafik yang bilang Kota Depok tidak ada perubahan, ” kata Adamas.

Contohnya, Jalan Perkapuran sampai Ciherang dulu kata dia, masih tanah merah, tapi sekarang ini sudah dicor.

Dan kata dia banyak lagi pembangunan infrastruktur di Kota Depok.

“Dari zaman saya masih biji karet di Wilayah Golf Cimanggis Emeralda sampai sekarang sudah maju dan terang dari Rajawali Gas Alam tempat nongkrong berangkat sekolah sampai sekarang jadi TOL CIJAGO, ” tegas Adamas warga Sukatani. (Wan/WD)

Related posts



banner 300300