Dua Pekan 3.000 Warga Depok Swab Test Hasilnya 124 Orang Positif

  • Whatsapp
Ilustrasi/Shutterstock

WartaDepok.com –  Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat tengah gencar melakukan swab test. Hingga saat ini baru sekitar 14.500 warga  yang menjalani swab.

Dalam dua pekan kemarin ada sekitar 3.000 warga yang menjalani swab dengan hasil positif sebanyak 124 kasus.

Read More

“Dua pekan kemarin kita masif sekali sampai 3 ribuan. Makanya ini kasus tertinggi, karena hasilnya baru muncul 124 kasus positif,” kata Walikota Depok Mohammad Idris di hadapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami saat melakukan tinjauan fasilitas kesehatan di RSUD Depok, Selasa (15/9).

Diakui dia bahwa swab test yang dilakukan belum mencapai satu persen dari total penduduk Depok.

Pasalnya, pihaknya mengaku bingung dengan jumlah penduduk Depok yang sebenarnya.

Berdasarkan data BPS, kata Idris, warga Depok tercatat sebanyak 2,4 juta.

Sementara dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, jumlahnya hanya 1,8 juta.

Hal itu karena masih banyak warga yang tinggal di Depok namun tidak memiliki KTP Depok.

“Total swab memang belum 1 persen dari jumlah penduduk. Ini masalahnya, BPS mencatat 2,4 juta penduduk. Sementara kementrian, penduduk 1,8 juta. Makanya jauh sekali,” ucapnya.

Dikatakan dia jika hitungannya adalah 1/1000 dari jumlah penduduk memang masih jauh.

Saat ini, kata Idris, terakhir sebanyak 14.500 warga yang menjalani swab test.

Untuk swab test, Pemkot Depok bersama Labkesda menggunakan dua alat yaitu PCR dan TCM.

“Yang TCM sebelumnya kita kurang cartridge, tapi Alhamdulillah kita dapatkan. Lalu sempet kita bagi ke RSUD karena tidak ada di pasar dan sekarang di RSUD sudah habis, demikian juga labkesda alat TCM-nya cartridge kita kehabisan. Kita ada duitnya, sudah kita pesan tapi belum datang,” ungkapnya.

Pemkot Depok kata Idris, sudah memesan alat PCR dan kemungkinan dipasang dalam waktu dekat.

“PCR sudah kita pesan kepastiannya besok, tapi ukurannya kecil karena masalah ruangan. Kemarin surveyornya sudah kesini katanya bisa untuk yang kecil dapet yamg 36 sampel. Yang di labkesda ada PCR-nya reagennya masih tersedia,” pungkasnya. (Wan/WD)

Related posts