Idris Positif, KPU Beri Jawaban soal Kelanjutan Debat Publik

  • Whatsapp
Salah satu warga menyaksikan Calon Walikota Depok dan Wakil Walikota Depok nomor urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono saat memaparkan visi dan misi dalam debat Pilkada 2020 secara daring di kanal YouTube KPU Kota Depok di kawasan Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Minggu (22/11). Debat publik tersebut mengusung tema tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan hukum di Kota Depok dalam era kebiasaan baru.(Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Debat putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Senin 30 November 2020, akan terus berjalan. Meski calon walikota nomor urut dua, Mohammad Idris terkonfirmasi positif Covid-19.

“Debat tetap berlangsung dihadiri oleh mereka yang tidak terkonfirmasi positif, jadi hanya Pak Idris yang mungkin tidak menghadiri. Ya minus Pak Idris, tapi debat tetap berjalan,” kata Ketua KPU Depok, Nana Shobarna, Kamis (26/11).

Read More

Ketika ditanya apakah KPU sudah mendapat laporan siapa saja yang dilakukan tracing usai temuan tersebut, Nana mengaku belum tahu.

“Prinsipnya kan kita antisipasinya sudah dilakukan. Pada saat kita melaksanakan debat di i-News beberapa waktu lalu itu, salah satu persyaratan yang bisa masuk ke studio adalah dengan menunjukan hasil rapid test,” jelasnya.

Jadi, tegas Nana, mereka yang hadir disana saat itu dipastikan sehat karena menunjukan hasil rapid test.

“Nah kalau beliau (Idris) kena dimana kita kan enggak tahu. Jadi tidak ada kaitan acara debat di i-News dengan positifnya Pak Idris ya, tidak ada kaitan,” terang Nana.

Lebih lanjut Nana mengaku, pihaknya saat ini sedang melakukan rapat evaluasi bersama masing-masing perwakilan tim pasangan calon yang berkompetisi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok. Rapat ini membahas tentang agenda debat putaran kedua.

“Lagi dibahas, saya kebetulan lagi perjalanan ke Bandung. Yang jelas evaluasi debat kedua sedang dibahas,” tuturnya.

Nana mengatakan, debat terbuka yang menampilkan kandidat tidak lengkap pernah juga dilakukan di daerah lain.

“Sebelumnya ada di Indramayu calon bupatinya yang terkonfirmasi positif beliau tidak hadir, kemudian ada juga di Kalimantan, jadi bukan hal yang baru, sudah ada contoh,” terangnya

Ia menegaskan, debat putaran kedua tidak bisa ditunda meski salah satu dari kandidat atapun tim melayangkan keberatan.

“Ya ndak bisa dong. Proses tetap berjalan, persiapan kan bukan sehari dua hari sudah jauh-jauh hari,” ujar Nana.

Terpisah, Calon Walikota Depok Nomor urut satu, Pradi Supriatna mengatakan tidak fair jika debat nanti hanya menghadirkan wakil walikota nomor urut dua, Imam Budi Hartono saja.

Menurutnya, kalaupun tidak ada debat lagi karena kendala kesehatan, saya pikir tidak harus dikerjakan tidak apa-apa.

“Tapi semua saya serahkan ke KPU Depok, bagaimana mekanismenya. Kita ini hanya peserta, jadi yang menentukan semua ya panitia dalam hal ini KPU Depok,” tutur Pradi.

Pasangan Afifah Alia dalam Pilkada Depok 2020 ini, bahkan meminta ibu-ibu pengajian saat saya kampanye tadi, untuk mendoakan Pak Idris agar cepat sehat, dan kembali beraktifitas.

“Tidak hanya Pak Idris, tapi juga seluruh warga Depok yang sedang tidak sehat agar cepat sembuh,” tutup Pradi.(Mia/WD)

Related posts