Jelang Reaktivasi, Pemkot Depok dan BPTJ Tinjau Stasiun Pondok Rajeg

  • Whatsapp
Sejumlah anak bermain di area Stasiun Pondok Rajeg yang terbengkalai di kawasan perbatasan Depok dan Kabupaten Bogor, kemarin. Stasiun yang sudah tidak beroperasi sejak tahun 2006 tersebut kini kondisinya terbengkalai dengan penuh coretan sehingga terlihat kumuh.(Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan survei lapangan Stasiun Kereta Pondok Rajeg, pada Kamis (03/06/21).

Survei ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Pengelola Transportasi Jabotabek (BPTJ) untuk membahas Feasibility Studi (FS) reaktivasi stasiun kereta tersebut.

Read More

“Sebelumnya bapak Wali Kota Depok Mohammad Idris telah menyampaikan surat permohonan terkait reaktivasi Stasiun Kereta Pondok Rajeg. Alhamdulillah, dukungan diberikan dan hari ini kita melakukan survei,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Dadang Wihana  dilansir situs resmi Pemkot Depok.

Dikatakannya, survei ini dilakukan untuk memeriksa kesiapan Stasiun Kereta Pondok Rajeg untuk kembali beroperasi. Agar nantinya bisa disusun hal-hal yang perlu dipersiapkan.

“Dari sisi masyarakat keberadaan reaktivasi Stasiun Kereta Pondok Rajeg sangat dibutuhkan sebagai alternatif transportasi. Begitu juga untuk warga Bogor dan sekitarnya,” tuturnya.

Dia pun mengharapkan, Pemkot Depok, pemerintah pusat dan provinsi bisa merealisasikan reaktivasi stasiun kereta tersebut. Itu demi menciptakan layanan angkutan commuter line kepada masyarakat.

“Ini semua merupakan upaya kolaboratif. Jika menunggu menjadi ideal tentu akan menunggu lama, kami ingin secara stimultan Stasiun Kereta Pondok Rajeg segera bisa direaktivasi,” tutupnya.

Related posts



banner 300300