WartaDepok.com – Kehidupan kota seperti di Kota Depok rasanya masih sulit untuk bertani. Paling tidak hanya bisa memanfaatkan areq kecil di rumah atau media bercocok tanam secara vertikal.
Contohnya warga RW15 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok terdapat kelompok tani anggur.
Mereka memanfaatkan lahan yang tidak luas untuk bercocok tanam anggur yang berasal dari luar negeri.
Abdul Naja salah satu petani anggur di Limo mengaku sudah ada 40 jenis anggur ditanam.
“Buah anggur asli luar negeri. Tapi kita tanam di sini bisa panen tiga sampai empat kali dalam satu tahun. Melihat produktifitas tanaman ini ditanam di Indonesia sangat cocok. Tapi juga tergantung pupuknya,” kata Abdul Naja kepada WartaDepok.com, Jumat (27/11/2020).
Ia mengatakan, tanaman anggur baru dikenal dua tahun lalu.
Namun, baru satu tahun dikembangkan dan sekarang sudah ada 40 jenis tanaman anggur impor maupun lokal.
“Kita baru kembangkan setahun. Hasilnya dikonsumsi sendiri belum kita jual. Tapi kami kembangkan bibitnya dengan cara disambung dengan bibit lokal dan impor,” kata Naja.
Naja mengatakan potensi tanaman anggur luar biasa dan bisa menjadi potensi hasil bumi di Depok, bila dikembangkan dengan baik.
“Melihat potensi di Depok khususnya peluang besar. Tanaman anggur bisa tumbuh subur dan bisa panen tiga kali dalam setahun,” pungkasnya. (Wan/WD)












