Komunitas Peduli Buta Huruf Alqur’an Deklarasi Dukung Ridwan Kamil Capres 2024

  • Whatsapp

WartaDepok.com – Elemen masyarakat Indonesia kembali menjagokan Ridwan Kamil. Untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

Kali ini, dukungan datang dari Komunitas Peduli Buta Huruf Alqur’an. Sabtu malam (26/3), deklarasi mendorong Gubernur Jawa Barat sebagai kandidat calon presiden (capres) itu, berlangsung di kawasan Sukajadi, Kota Bandung.

Read More

Koordinator acara, Muhammad Hidayat menjelaskan, Komunitas Peduli Buta Huruf Alqur’an menginginkan sosok pemimpin nasional yang punya perhatian terhadap pengentasan ketidakmampuan individu muslim dalam membaca Alqur’an.

“Tentu saja, dalam berjuang mengentaskan buta huruf Alqur’an, kami perlu sinergi bersama pemerintah. Kami melihat Kang Emil sosok pemimpin nasional yang punya perhatian terhadap Alqur’an,” katanya.

Hidayat menilai selama ini di Jawa Barat, sosok Ridwan Kamil sejak menjadi Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, tampak mau peduli terhadap persoalan buta huruf Alqur’an.

“Ini bentuk dukungan politik bagi Kang Emil. Kami melihat beliau punya atensi yang baik terhadap bidang keagamaan di Jawa Barat. Memperhatikan pesantren dan menerbitkan program satu desa satu _hafizh_ (penghafal) Alqur’an,” paparnya.

Sehingga harapannya, lanjut Hidayat, jika Allah kehendaki Kang Emil dapat tampil dalam kompetisi Pilpres 2024 dan melenggang menjadi pemimpin nasional, perjuangan mengentaskan buta huruf Alqur’an di tengah kaum muslimin bisa semakin mudah.

Dia menambahkan sosok Kang Emil sejauh ini juga dapat diterima semua kalangan, karena berasal dari latar profesional. Menurutnya, sudah cukup polarisasi di akar rumput masyarakat akibat dua helatan Pilpres sebelumnya.

“Kita butuh pemimpin yang menyatukan masyarakat. Jangan ada lagi istilah _cebong-kampret_. _Insyaalah_ Kang Emil bisa diterima semua kelompok masyarakat,” tegasnya.

Giat Komunitas Peduli Buta Huruf Alqur’an sementara ini berpusat di Jawa Barat. Keanggotaannya terdiri dari para ulama, guru ngaji, tokoh masyarakat dan relawan. Secara khusus, komunitas yang diinisiasi sejak 2020 ini, telah melaksanakan sensus terbatas di salah satu wilayah di Kabupaten Sumedang. Mengetes langsung kemampuan mengenal huruf hijaiyah dan membaca Alqur’an tiap keluarga.

“Secara nasional data yang kami miliki, ada 65 persen penduduk Indonesia buta huruf Alqur’an. Perlu sinergitas antara komponen masyarakat dan pemerintah dalam mengatasinya. Semoga harapan pada Kang Emil ini diridai Allah _subhanahu wa ta’ala_,” tutur Hidayat. (*)

Related posts



banner 300300