KPU Kota Depok Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Terapkan 3M

  • Whatsapp

WartaDepok.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Selain itu dilakukan juga simulasi penggunaan Sirekap di tingkat TPS pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020 yang dilaksanakan di TPS 11 Kelurahan Depok Jaya Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota KPU Provinsi Jawa Barat Idham Holik, Pjs. Wali Kota Depok yang diwakili oleh Sri Utomo, Ketua DPRD Depok H. TM. Yusufsyah Putra, Kapolrestro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj, Kajari Kota Depok Sri Kuncoro, Ketua Bawaslu Depok Luli Barlini didampingi oleh ketua dan seluruh anggota KPU Kota Depok.

Read More

Ketua KPU Kota Depok Nana Sobharna mengatakan, pelaksanaan simulasi kali ini dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena pelaksanaan Pilkada Depok 2020 kali ini digelar di masa pandemi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pengurus RW 03 Kelurahan Depok Jaya yang telah bersedia wilayahnya menjadi lokasi simulasi, salah satu alasan kami memilih tempat ini adalah sebagai bentuk penghargaan kami atas kreasi dan inovasi yang selalu ditampilkan oleh para KPPS di wilayah ini dalam setiap event pemilihan, terakhir pada pemilu serentak tahun 2019 lalu yang menampilkan kreasi TPS dengan nuansa nusantara,” kata Nana, Sabtu (21/11/2020).

Dikatakan Nana, puncak dari seluruh tahapan pilkada sejak awal adalah nanti pada saat hari pencoblosan 9 Desember. Karenanya pihaknya ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada jajaran penyelenggara KPU dibawah utamanya adalah KPPS.

“Kami ingin memastikan seluruh jajaran kami memahami alur dan mekanisme pemilihan yang akan dilakukan, mengingat pilkada yang kita laksanakan tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi covid-19, memberikan pemahaman dan menyosialisasikan penerapan hal baru di TPS terkait penerapan protokol kesehatan di TPS menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Nana menuturkan, ada hal baru yang akan diterapkan di TPS nanti kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan.

Diantaranya jumlah pemilih dibatasi maksimal 500/TPS. Seluruh petugas KPPS dan petugas ketertiban akan menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum bekerja. Surat pemberitahuan memilih akan mengatur jadwal kedatangan pemilih ke TPS.

“Sebelum TPS dibuka dan dimulai akan disemprotkan disinfektan terlebih dahulu dan selalu didisinfeksi secara berkala, area lokasi TPS diatur jarak minimal 1 meter, setiap pemilih sebelum masuk lokasi TPS akan di cek suhu tubuh dan diperintahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan diberikan sarung tangan sekali pakai, pemilih yang tidak menggunakan masker akan diberikan masker serta penggunaan tinta dengan cara diteteskan” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam menyelenggarakan Pilkada, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri.

Sehingga KPU Depok sangat membutuhkan kerjasama semua pihak apalagi pilkada yang akan dilaksanakan tahun ini berbeda dari pilkada sebelumnya. “Dimana kita melaksanakan pilkada dalam kondisi penyebaran wabah pandemi Covid19.

Suksesnya pilkada yang dilaksanakan ini tergantung kepada kita untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan dan adaptasi kebiasaan baru yang lainnya.

Kami mengajak kepada semua pihak tanpa terkecuali, mari sama-sama kita ciptakan dan kita wujudkan pilkada yang aman, damai, kondusif, sejuk dan sukses tanpa ekses di kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Related posts