Pihak Keluarga dari Pria Tersambar KRL Dekat Pasar Kemiri, Murni Kecelakaan

  • Whatsapp
Ilustrasi Mayat/Shutterstock

WartaDepok.com – Seorang pria berinisial BT (52) meninggal dunia karena tertabrak kereta rel listrik dekat Pasar Kemiri Muka yang diduga bunuh diri pada Kamis (15/10).

Namun pihak keluarga BT memastikan bahwa kejadian itu bukan bunuh diri, melainkan murni kecelakaan.

Read More

“Berdasarkan laporan polisi memang pas kejadian almarhum sempat ditarik. Tapi tetap terserempet KRL. Pihak keluarga menyimpulkan ini semua murni kecelakaan,” kata Hadirat Sukur Telaumbanua, kepada WartaDepok.com ketika dikonfirmasi, Minggu (18/10).

Hadirat Sukur menjelaskan bahwa peristiwa itu kecelakaan murni karena di keluarga almarhum tidak ada masalah.

Meski begitu, kata dia berdasarkan keteragan dari istri almarhum bahwa BT kondisi kesehatan tidak stabil karena baru pulang dari rumah sakit 2 pekan yang lalu.

“Kakak saya dua kali dirawat inap di rumah sakit karena menderita infeksi lambung,” kata dia.

Karena sakit, sambung dia, istri almarhum mengantarkan BT ke Stasiun Depok Baru untuk pergi bekerja di Jakarta.

Namun, setiap pulang kerja dan kondisi almrhum yang masih sakit curhat ke istrinya bahwa BT tidak sanggup melewati terowongan stasiun Depok Baru untuk menyebrang ke peron Jakarta.

Karena kata dia, posisinya sangat tinggi.

“Almarhum selalu komunikasi dengan istrinya, ‘saya ragu, ini sangat tinggi’. Istrinya bilang, ‘enggak apa-apa, kamu pelan-pelan saja, pegangan tangga ‘,”kata Hadirat menirukan pembicaran istri korban.

Karena tidak kuat naik tangga dan turun tangga, kata dia, BT memutuskan menyeberang melalui jalan di luar stasiun.
“Saya dengar dia ditarik tukang parkir, tapi tetap terserempet (kereta),” kata Hadirat.

Dia memastikan kakaknya tidak bunuh diri karena tidak ada masalah khusus.

“Karena dia lagi sakit, kondisinya belum stabil. Tidak ada persoalan di rumah, mohon diluruskan, bukan bunuh diri,” pungkas Hadirat.(Wan/WD)

Related posts