Pilkada Depok, Mulai Dari Curhatan Pradi Soal Dicoret Usulannya Hingga Idris Habiskan Waktu Berpantun

  • Whatsapp

WartaDepok.com – Dalam debat publik Pilkada Depok, Calon wali kota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna mengaku, usulannya tentang pembangunan dan pelebaran jalan dalam rencana pengembangan Margonda 2 sempat dicoret oleh Walikota Depok Muhammad Idris, yang saat ini menjadi rivalnya di Pilkada 2020.

Hal itu menanggapi pertanyaan terkait pembangunan Kota Depok yang dikenal hanya Margonda Sentris.

Read More

“Hampir selama 15 tahun saya melihat tak ada pertumbuhan jalan baru. Tak ada pelebaran-pelebaran jalan. Ini fakta dan ini sangat kami rasakan, ”

“Tidak adanya pemerataan pembangunan disebabkan fokus hanya di Jalan Margonda saja. Dampaknya ekonomi di beberapa wilayah pun menjadi lemah, ” ungkap Pradi dalam debat publik yang dihelat KPU Depok, di Studio I-News, Minggu (22/11).

Pradi mengatakan, pembangunan konektivitas selain Margonda sebenarnya sudah direncanakan saat berpasangan dengan Idris. Pembangunan berada di wilayah barat Kota Depok.

Pradi mengatakan, akan membuat ruas-ruas jalan baru dan melebarkan jalan-jalan alternatif. Hal itu akan membuat akses lebih mudah, efektif, dan membuat ekonomi tumbuh di wilayah tersebut.

Menurut Pradi, roadmap pengembangan konektivitas sudah ada sejak tahun 2013. Dalam roadmap itu tercantum pengembangan jalan baru dari wilayah juanda menuju Beji, Cinere, Limo (BCL). Namun usulannya itu tidak diterima oleh Idris

Bahkan, lanjut Pradi, Detail Engineering Design (DED) telah dibuat pada tahun 2013 dan sudah disampaikan ke Pak Idris saat itu.

“Tapi nampaknya usulan saya itu dicoret sama beliau (Pak Idris),” tambah Pradi.

Dalam debat Pilkada Depok 2020 yang dipandu Host Anisha Dasuki ini, sebelum dimulai debat masing-masing paslon Pradi Supriatna-Afifah Alia dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono memaparkan visi-misi, Pradi sebagai calon wali kota nomor urut 1 menyampaikan permasalahan mulai dari dampak Covid-19, tingginya biaya pendidikan dan sarana-prasarana pendidikan yang tak merata, serta kemacetan, banjir, sampah, dan kriminalitas.

“Lalu persoalan-persoalan kriminalitas yang mungkin kita akan bekerja sama dengan berbagai pihak bagaimana menekan angka kriminalitas di Kota Depok,” tambahnya.

Sisa waktu tinggal 10 detik, Pradi pun mempersilakan calon wakilnya untuk menambahkan beberapa misi.

“Program yang kami buat adalah program yang akan langsung dirasakan oleh warga, sehingga kami akan berbuat untuk kemajuan Kota Depok,” tugas Afifah.

Sementara itu, Mohammad Idris malah tidak memberi peran bagi pasangannya Imam Budi Hartono untuk berbicara. Bahkan waktu satubdari dua menit yang disediakan moderator tidak digunakan untuk memaparkan visi-misi.

Dimulai dengan sambutan, dan ditutup dengan sebuah pantun.

“Si Pitung jagoan Betawi, jago silat pintar mengaji. Walikotanya Pak Kyai, tambah mantap wakilnya alumni UI,” tandasnya.(mia/WD)

Related posts



banner 300300