PWI: Facebook dan Instagram Bukan Produk Jurnalistik, jadi Bukan Wartawan

  • Whatsapp

WartaDepok.com – Era Digitalisasi memaksa masyarakat sulit membedakan antara media massa bersaing dengan media sosial (medsos). Karena hal tersebut, banyak perusahaan media massa akhirnya ‘tumbang’.

Pernyataan itu diutarakan Sekretaris Umum Persatuan Wartawan Indonesia, Kesit B. Handoyo saat peringatan ke-3 Media Depok Pembaharuan di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo kemarin (6/3/2021).

Read More

Kesit mengatakan, sejak maraknya media sosial, banyak tersebar informasi yang menyesatkan melalui medos, termasuk soal informasi Covid-19.

Kesit secara tegas menyebutkan, media sosial seperti Facebook dan Instagram tidak bisa disamakan dengan media massa. Karena kata dia, postingan dapat dilakukan secara bebas oleh pemilik akun.

“Jelas kalau media massa ada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), ada aturan Cover Both Side. Jadi Facebook dan sejenisnya bukan, karya yang dillhasikan bukan karya jurnalistik,” paparnya.

Kesit juga menyebut dilema pada kondisi media massa saat ini. Karenanya, dia memandang “Digitalisasi Media Sebuah Pilihan Menghadapi Tantangan Zaman” sangatlah perlu.

“Media massa, bagaimanapun kondisinya harus tetap ada, tidak boleh mati, apalagi hanya karena adanya medsos, karena disanaalj peran wartawan terlihat jelas,” pungkasnya.

Lewat Adi Rakasiwi, Pimpinan Umum Depok Pembaharuan, Acep Azhari berharap kegiatan pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan secara virtual dapat bermanfaat bagi peserta.

“Tema yang diusung untuk kegiatan ini mewakili keadaan media massa saat ini dan penting bagi kita yang bergerak dibidang media massa, Karena media massa sendiri merupakan bagian dari sebuah bisnis,” katanya.

Dia juga berharap Depok Pembaharuan semakin maju dan terus bisa mengedukasi masyarakat. Terutama dalam memberikan informasi bagi masyarakat. Untuk informasi, dalam webinar tersebut juga diadakan give away atau door price bagi peserta.

Related posts



banner 300300