Sempat Tertunda Karna Covid-19, Underpass Jalan Dewi Sartika Dilanjut 2021

  • Whatsapp
Ilustrasi/Shutterstock

WartaDepok.com – Pembangunan underpass di perlintasan Jalan Dewi Sartika yang dibangun 2020 tertunda pelaksanaan pembangunannya.

Namun akan dilaksanakan pada 2021, hal itu diungkapkan Imam Budi Hartono mantan Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat.

Read More

“Harusnya pelaksanaan tahun 2020 ini sudah dilakukan yah. Karena kondisi Covid-19, pembebasan lahannya tertunda. Fisiknya juga tertunda. Seharusnya di perubahan sudah dilakukan juga lelang fisik. Ternyata, saya tidak tahu lagi. Karena saya sudah mencalonkan sebagai Wakil Wali Kota Depok, tidak memantau lagi. InsyaAllah 2021 akan dilaksanakan pembangunan (underpass),” kata Imam Budi Hartono di kawasan Kecamatan Cimanggis, Jumat (16/10).

Imam menjelaskan, pembagunan underpass di Jalan Dewi Sartika merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya ketika Imam menjadi ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat sudah ada kesepakatan pembebasan lahan dari pemerintah Kota dan pembangunan fisik underpass dari Pemrov Jawa Barat.

Sebab, kala itu Imam masih menjabat. Ia mendorong pelaksanaan pembangunan underpass dikerjakan untuk mengatasi kemacetan di Jalan Dewi Sartika.

“Karena kena Refocusing Covid-19 jadi ditunda. Anggarannya ratusan miliar untuk underpass itu, ” kata Imam Budi Hartono.

Selain itu juga perlintasan rel kereta api di Citayam pun sama akan dibangun oleh Pemrov Jawa Barat.

Kalau untuk perlintasan rel kereta di Citayam kata Imam itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Sama di Citayam juga akan dibangun underpass. Ada dua wilayah Depok dan Bogor ditangani provinsi. DED sudah ada.

“Underpass bisa menyelesaikan persoalan kemacetan, karena ada Undang-Undang yang isinya tidak boleh ada bidang Jalan dengan rel kereta api. Kalau underpass 100 persen bisa selesai, juga 100 persen kemacetan juga selesai, ” ungkap Imam Budi Hartono.

Sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris kini calon Wali Kota nomor urut 2 mengatakan, pihaknya menyampaikan pembuatan Surat Keputusan Penetapan Lokasi (SKPL).

Hal itu dimaksudkan, agar pembebasan lahan untuk underpass bisa segera dilakukan, maksimal Juli 2020.

“Hasil Detail Engineering Design (DED) juga kami minta dari Pemprov Jabar, supaya perangkat daerah terkait bisa segera merancang kebijakan mengenai pengadaan lahan. Serta melakukan pematokan tanah yang akan dibebaskan,” kata walikota, belum lama ini.

Dia mengungkapkan, rencananya pembangunan underpass Dewi Sartika terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai Juli tahun ini dengan total anggaran sebesar Rp56 miliar dan tahap kedua di awal 2021 dengan anggaran Rp54 miliar.

“Sesuai dengan hasil DED yang dibuat oleh Pemprov Jabar, pembangunan akan berlangsung selama 14 bulan. Sementara yang akan melakukan pembangunan adalah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBP) Jabar,” bebernya.

Dia menjelaskan, pada pembangunan tahap pertama, pengerjaan yang dilakukan berupa bagian depan jalan (frontage), dinding turap (sheet pile), relokasi saluran irigasi, drainase dan trotoar. Sementara tahap kedua adalah pembangunan terowongan di bawah jalur kereta api.

“Saat pengerjaan tahap satu pun jalan tidak akan ditutup karena pihak Dishub Depok sudah mempersiapkan dengan baik rekayasa lalu lintasnya.

Mudah-memudahan dengan kerjasama kolaboratif ini, pembangunan Underpass Dewi Sartika dapat berjalan lancar,”pungkasnya. (Wan/WD)

Related posts