Survei DEEP Kota Depok, Pradi Unggul dari Idris

  • Whatsapp
Yusfitriadi, Direktur DEEP Indonesia

WartaDepok.com – Survei Democracy And Electoral Empowerment Patnership (DEEP) Kota Depok keluar dengan hasil calon Walikota Depok Pradi Supriatna unggul tipis dibanding Muhammad Idris.

Hasil survei yang diperoleh dari Direktur DEEP Indonesia, Yusfitriadi, Selasa (13/10/2020).

Read More

Survei dilakukan mulai 15 September 2020 sampai dengan  30 September 2020

Dari 582 responden di 11 kecamatan, sebanyak 42,2 % responden menyatakan memilih pasangan calon Pradi Supriatna – Afifah Alia.

Sedangkan 36,4% responden menyatakan memilih pasangan Muhammad Idris – Imam Budi Hartono.

Sebanyak 14,4% responden menyatakan tidak tahu dalam memilih, dan 7% menyatakan tidak akan memilih pasangan manapun.

Yusfitriadi mengatakan, DEEP Kota Depok tertarik melakukan survei, karena pilkada serentak yang digelar di masa pandemi, 9 Desember 2020 mendatang banyak tantangan.

Pilkada Kota Depok juga menarik karena dua calon walikota yang bersaing adalah incumbent, Idris incumbent walikota, sedang Pradi incumbent wakil walikota.

Pasangan Pradi Supriatna – Afifah Alia diusung koalisi besar meliputi Gerindra, PDIP, Golkar, PSI, PKB, PAN, dengan kekuatan 33 kursi di DPRD Kota depok.

Sedangkan Mohammad Idris – Imam Budi Hartono diusung koalisi PKS, Demokrat, PPP dengan kekuatan 17 kursi di DPRD Kota Depok.

Pilkada Depok juga menarik karena calon PKS sudah memenangi Pilkada Depok selama tiga kali berturut-turut, sehingga tingkat kemenangannya dinilai lebih tinggi pada pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Yus tidak memberikan analisa mengapa survei DEEP Kota Depok yang keluar dengan kemenangan tipis bagi pasangan Pradi Supriatna – Afifah Alia.

Namun berdasarkan survei, DEEP Kota Depok keluar dengan kesimpulan.sebagai berikut:

1.Popularitas Pradi Supriatna (84,9%)  sedikit lebih tinggi dibandingkan Muhammad Idris (81,6%). Sementara popularitas calon Wakil Walikota Imam Budi Hartono (57,1%) dan  Afifah Alia (57,4%).

2..Koalisi besar dalam pilkada tidak menjadi jaminan kemenangan. Faktornya adalah kekuatan personal dari figur yang diusung.

Yus mengatakan, dari hasil survei, sebagian masyarakat Kota Depok yang masih mengharapkan sosok pemimpin baru 5 tahun ke depan  terpaksa mengubur mimpinya, karena pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok yang mendaptar ke KPU Kota Depok hanya 2 pasangan calon, yakni pasangan Muhammad Idris – Imam Budi Hartono dan pasangan Pradi Supriatna – Afifah Alia.

Related posts