Tak Pakai Bedeng, Material Berserak di Jalan

  • Whatsapp
Tidak pakai bedeng, material turap Kali Grogol, Kecamatan Limo dibiarkan di bahu jalan. (Rubiakto/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Pembangunan turap di Kali Grogol, Kelurahan Limo, sudah berjalan, sayangnya keselamatan pekerja dan kenyamanan masyarakat terganggu.

Berdasarkan WartaDepok.com material pembangunan turap dibiarkan menumpuk di bahu jalan raya Grogol, Limo. Tak jarang saat pagi da sore hari kendaraan menumpuk berebut jalan.

Read More

Menurut salah satu warga Grogol, Siswanto mengatakan jalanan menyempit karena material pembangunan turap di taruh di bahu jalan. “Harusnya jangan di taruh di bahu jalan, jadi bikin macet,” kata Sis.

Salah satu pekerja, Deny menyampaikan pihaknya mengerjakan sisi sungai yang mulai longsor, di sepanjang Kali Grogol. “Kurang lebih ada tiga belas titik yang akan dikerjakan,” katanya.

Tidak pakai bedeng, material turap Kali Grogol, Kecamatan Limo dibiarkan di bahu jalan. (Rubiakto/WartaDepok.com)

Saat ini para pekerja sedang meratakan tanah dan membuat lubang pondasi di sisi kali.

Namun sayangnya, para pekerja nampak tidak memperhatikan protokol keselamatan kerja, pasalnya pekerja yang sedang bekerja di turap Kali Grogol, mayoritas tidak menggunakan helm dan sepatu.

Diberitakan sebelumnya, Kecemasan masyarakat semakin memuncak, terlebih saat musim hujan, karena tak ada penyangga jalan Raya Grogol, karena turap belum terbangun.

Menurut Lurah Grogol, Kecamatan Limo, Danudi Amin terkait dengan pembangunan turap di Jalan Raya Grogol pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Dia menyebutkan anggaran yang akan digunakan anggaran BTT.

“Mereka (PUPR) janjikan akan bangun turap sebelum pergantian tahun,” kata Danudi Amin.

Dia mengatakan pembangunan turap di Kali Grogol merupakan prioritas pembangunan di tahun 2020. “Kalau pembangunan yang lain dialihkan untuk penanganan Covid-19, tapi pembangunan turap prioritas,” kata Danudi Amin.

Sementara itu, pembatas jalan juga tidak memperhatikan sehingga warga sekitar berinisiatif untuk membuat penghalang dari kayu dan tali.

“Dishub sempat menempatkan marka jalan, tapi belakangan warga yang membatasi jalan dengan Kali,” kata Danu. (rub/WD)

Related posts