WartaDepok.com – Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah sejumlah kasus di laporkan di Banggala Barat, India.
Meskipun di Indonesia belum terdeteksi adanya virus tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok tetap menghimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi.
Kondisi ini mengingat bahwa ancaman Virus Nipah benar benar nyata, sehingga masyarakat perlu mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan virus tersebut.
Kepala Dinkes Kota Depok Devi Mayori menyebutkan, langkah yang dapat dilakukan masyarakat yaitu dengan menerapkan hidup bersih dan sehat.
Seperti, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengonsumsi daging ternak secara matang, hingga mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh.
“Meningkatkan daya tahan tubuh seperti konsumsi gizi seimbang, istirahat yang cukup, menerapkan etika batuk atau bersin, dan menggunakan masker jika mengalami gejala. Ini juga menjadi langkah antisipasi dalam mencegah risiko penyebaran Virus Nipah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Devi menambahkan, untuk antisipasi masyarakat diminta menghindari kontak dengan hewan yang kemungkinan terinfeksi Virus Nipah.
Adapun diantaranya kelelawar, babi, kuda, dan juga membuang buah yang memiliki tanda gigitan dari kelelawar.
“Apabila terpaksa harus melakukan kontak dengan hewan tersebut, gunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sesuai ketentuan bagi tenaga kesehatan,” jelasnya
Dikatakan Devi, bagi masyarakat yang akan mengonsumsi nira atau aren perlu dimasak terlebih dahulu, dan tidak diperbolehkan langsung dari pohonnya.
Pasalnya, kelelawar dapat mengkontaminasi nira atau aren melalui sadapannya pada malam hari.
Dalam hal ini, Devi menghimbau bagi masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala, khususnya pada pernapasan.
“Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernafasan untuk mendapatkan penanganan segera ,” pungkasnya.












