Demi Tercipta Zero Waste City di Depok, UI Gelar Peduli Lingkungan

  • Whatsapp
Universitas Indonesia

WartaDepok.com – Dalam rangka mendukung pengendalian sampah Kota Depok demi terciptanya Zero Waste City, Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia melalui Program Pengabdian dan Pemberdayaan pada Masyarakat khususnya di wilayah Kelurahan Tirtajaya Kota Depok menyelenggarakan acara peduli lingkungan dengan tema “Menuju Generasi Melek Lingkungan Sedari Dini”.

Agenda ini dibuka melalui webinar agar tetap terciptanya protokol kesehatan era pandemi seperti ini.

Read More

Acara dibuka oleh Dr. Lin Yola selaku dosen pembimbing dalam agenda ini, dalam sambutannya beliau mengatakan “Dalam penerapan peduli lingkungan perlu di terapkan sedari dini, maka dari itu kita bersama mahasiswa pascasarjana yang tergabung dalam beberapa fakultas akan melakukan edukasi terhadap anak-anak dan remaja yang berada di Kelurahan Tirtajaya dengan cara mentoring setiap harinya” (24/10/2020).

Acara pembukaan agenda ini dihadiri oleh aktivis lingkungan dari berbagai komunitas sebagai narasumber, yaitu I’in Rosdiana selaku Co-Founder Komunitas Kresek Solo, Made Urmylla Founder dari Bumi Buddies, dan Ibu Endah Kusdiarwati Ketua Jangkar Ecovillage Depok. Diskusi dibuka oleh moderator “Setiap harinya Kota Depok menghasilkan sampah sebanyak 1.300 ton/hari jika dikalkulasi warga Depok yang berjumlah kurang lebih sekitar 2,2 juta jiwa maka diperkirakan setiap orang menghasilkan 0,6 – 0,8kg sampah/harinya. Dan hal hal yang menjadi perhatian adalah produksi sampah terbesar di Kota Depok berasal dari sektor rumah tangga” ujar Gerry Novandika Age.

Made Urmylla mengungkapkan “Hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan sampah adalah dengan 4R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace” hal yang dijelaskan adalah bagaiamana kita mengurangi produksi sampah dengan contoh hal kecil seperti menghabiskan makanan selain itu menggunakan kembali barang-barang agar tidak menjadi sampah, kemudian mendaur ulang sampah sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat, dan yang terakhir adalah mengganti pemakaian barang yang biasa kita pakai dengan barang yang ramah akan lingkungan.

Dalam waktu yang sama I’in juga mengugkapkan “hal yang perlu diubah adalah mindset kita terkait dengan pemikiran yang masa bodoh terhadap lingkungan” penyakit NIMBY (Not In My Back Yard) atau sikap tidak peduli merupakan hal yang paling pertama untuk diubah.

Kesempatan terakhir di sampaikan oleh Ibu Endah “Yang harus dilakukan dalam pengelolaan sampah adalah aksi, salah satunya adalah aksi memilah sampah. Kita sudah melakukan pemilahan sampah baik sampah organik, daur ulang, dan residu.

Sampah organik yang dikumpulkan warga akan kita tukar dengan pupuk, begitupun sampah non organik dapat ditukar juga dengan pot bunga, jadi yang diangkut oleh Dinas Kebersihan untuk di bawa ke TPA hanya sampah residu” Pengedukasian seperti yang sudah dilakukan oleh Ibu Endah yang akan diterapkan oleh kelompok mahasiswa kepada Kelurahan Tirtajaya, dengan melibatkan anak-anak dan remaja di wilayah tersebut untuk berpartisipasi memilah sampah.

Seperti yang dikatakan oleh Nur Arning Tengara Kasih sebagai Ketua Pelaksana agenda ini “kita akan bangun komunikasi dengan anak-anak dan remaja di wilayah Tirtajaya untuk kemudian ikut berpartisipasi memilah sampah setiap harinya, hal ini tidak dilakukan sekali namun setiap hari agar berkelanjutan.

Setiap harinya anak-anak harus melaporkan kepada tim kelompok terkait dengan aksi pemilahan sampah yang dilakukan anak-anak tersebut. Kegiatan ini sangat diperlukan karena pentingnya edukasi pada rumah tangga dengan melibatkan anak dan remaja yang ada dirumah”

Kegiatan ini akan dimulai dari tanggal 28 Oktober 2020 dengan aksi langsung membagikan kotak sampah dengan klasifikasi jenis sampah kepada warga yang kemudian diikuti dengan partisipasi anak-anak dan remaja dalam pemilahan sampah, kemudian dalam waktu sebulan kelompok anak-anak dan remaja yang berhasil melakukan pemilahan yang kemudian diikuti dengan inovasi daur ulang akan diberikan reward sebagai bentuk apresiasi dan tentunya tetap dalam mentoring yang dilakukan oleh para mahasiswa.

Related posts