Musim Penghujan Baru 50 Persen, BMKG: Berpotensi Banjir di Beberapa Wilayah Indonesia

  • Whatsapp
Wakil Kepala Korps Brimob Polri Brigjen Abdul Rachman Baso bersama BNPB, Basarnas, dan BMKG memeriksa kesiapan Satgas gabungan personel untuk penanganan bencana alam wilayah Indonesia di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat (16/12/2019). (M. Irwan Supriadi/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan sudah 50 persen wilayah Indonesia memasuki musim penghujan hingga akhir Desember 2020.

Musim penghujan yang baru 50 persen di wilayah Indonesia, kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri, berpotensi banjir di beberapa wilayah Indonesia.

Read More

“(Seperti) ada di wilayah Sumatera bagian Utara, Aceh bagian Barat, Sumatera Barat, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Papua, Kalimatan Barat dan Utara, ” kata Fachri di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, usai mengikuti apel Aman Nusa II, Senin (16/12/2019).

Untuk puncak musim penghujan sambung Fachri, berada di pertengahan Januari hingga pertengahan Februari 2020.

“Sudah mulai musim hujan, untuk pertengahan musim hujan di Januari sampai Februari 2020,” katanya.

Untuk penanganan bencana alam seperti banjir dan lainya, Polri bersama jajaran BNPB, Basarnas, BNP, dan TNI membentuk Satgas gabungan untuk penanganan bencana alam dan pasca bencana alam.

Menurut Wakil Kepala Korps Brimob Polri Brigjen Abdul Rachman Baso, wilayah Indonesia memang rentan mengalami bencana alam dan perubahan iklim.

Sebab, negara ini memiliki wilayah startegis diantara dua benua, dua samudra, dilalui garis khatulistiwa, berada di kumpulan lempeng tektonik Asia dan Pasifik, Indo, dan Australia, letak geografis pada lingkaran cicin api, dan gunung vulkanik.

“Hal itu sangat berpotensi dan tidak dapat diprediksi adanya bencana alam, antara lain perubahan iklim, gempa bumi tektonik, vulkanik, dan erupsi gunung berapi. Sehingga mengakibatkan terjadi bencana yang menimbulkan kerugian yang sangat besar, ” kata Abdul Rachman.

Berdasarkan data BNPB sebut dia, sejak Januari hingga November 2019 ada 2.829 bencana alam yang terjadi di wilayah Indonesia.

Seperti, bencana alam puting beliung sebanyak 880 kejadian, banjir 653 kejadian, tanah longsor 621 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 508 kejadian.

Lalu di musim kemarau alami kekeringan 118 kejadian, dan gempa bumi 24 kejadian, gelombang pasang 14 kejadian, dan letusan gunung berapi tujuh kejadian.

“Kejadian ini menjadi perhatian bagi kita semua. Menyikapi hal tersebut, Polri beserta jajaran mabes polri kerja sama dengan BNPB, BNPB, BMKG, dan TNI pemerintah elakukan operasi Aman Nusa II 2019,” pungkasnya. (Supriyadi)

Related posts



banner 300300