Solidaritas Mahasiswa Nahdliyyin UI untuk Palestina

  • Whatsapp

WartaTani.co – Bulan mulia di situs suci nomor tiga umat Islam harus dinodai oleh aksi keji Zionis Israel.

Pasalnya Ramadan tahun ini dipenuhi oleh serangkaian tindakan tidak berkemanusiaan dan ilegal Israel atas kompleks Masjid Al-Aqsa dan penduduk Palestina di Yerusalem.

Dimulai dari pembatasan dan penutupan area Gerbang Damaskus di Masjid Al-Aqsa pada awal Ramadan, pengusiran paksa penduduk Palestina dari rumah mereka di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem, hingga serangan atas jamaah yang sedang melaksanakan salat tarawih di 10 malam terakhir Ramadan di Masjid Al-Aqsa.

Tindakan sewenang-wenang Zionis Israel atas masyarakat Palestina ini mengundang perhatian masyarakat dunia. Aksi unjuk rasa dan kecaman datang dari berbagai elemen komunitas internasional, tidak terkecuali Indonesia.

Dukungan atas hak-hak bangsa Palestina di tanahnya sendiri dan mendirikan negara yang sepenuhnya merdeka telah lama diperjuangkan oleh bangsa Indonesia, bahkan sebelum Republik Indonesia berdiri.

Di antara organisasi yang konsisten menyerukan pembelaan dan solidaritasnya terhadap penindasan bangsa Palestina oleh Israel adalah Nahdlatul Ulama.

Oleh karena itu, mahasiswa Nadhlatul Ulama Universitas Indonesia yang tergabung dalam wadah “Indonesia Development Outlook Nahdlatul Ulama” (I Do NU) mengadakan webinar dengan tajuk “Historical Relation Between Nahdlatul Ulama and Palesstinian Struggle” beberapa waktu lalu (Rabu, 28 April 2021).

Kegiatan ini merupakan upaya mahasiswa Nahdliyyin UI untuk meningkatkan kepedulian bangsa Indonesia terhadap isu Palestina melalui napak tilas langkah Nahdlatul Ulama untuk membela perjuangan Palestina.

Hadir sebagai narasumber, First Secretary Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Mr. Muamar Musthafa Hasan Milhem dan Pakar Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia sekaligus A’wan PCINU Australia-NZ 2005, Yon Machmudi, Ph.D.

Mr. Muamar menyampaikan beberapa poin penting mengenai Nahdlatul Ulama dan Palestina. Ia mengapresiasi konsistensi Nahdlatul Ulama yang mendukung perjuangan Palestina sejak era Ketua Umum PBNU K.H. Mahfudz Shiddiq pada 1938.

Pada saat itu, K.H. Mahfudz Shiddiq menyerukan seluruh organisasi Islam di Indonesia untuk mengambil sikap tegas terhadap pendudukan Israel atas bangsa Palestina.

Berbagai langkah strategis pun diambil oleh PBNU untuk membantu saudara-saudara di Palestina, mulai dari pengumpulan sumbangan hingga pembacaan doa khusus untuk bangsa Palestina. Mr. Muamar pun turut menyampaikan perkembangan terkini bangsa Palestina di bawah pendudukan Israel.

Kehidupan masyarakat Palestina amatlah sulit karena berbagai pembatasan yang dilakukan oleh Israel, baik di wilayah perbatasan dengan negara lain maupun di dalam wilayah Palestina yang terjajah sendiri.

Ia pun menambahkan bahwa Israel tidak pernah mempedulikan berbagai kecaman komunitas internasional atas tindakan ilegalnya.
Dalam mendukung bangsa Palestina, Yon Machmudi, Ph.D. menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki peranan yang signifikan secara historis bahkan hingga saat ini.

Di antara langkah yang diambil oleh NU pada tahun 1938 adalah mengadakan sumbangan bagi para janda dan yatim Palestina bernama “Falesthina Fonds” yang keluar melalui instruksi PBNU kepada cabang NU di seluruh Indonesia.

Pada saat itu, NU pun menyelenggarakan satu pekan khusus yang disebut dengan “Pekan Rajabiyah” untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina.

“Pekan Rajabiyah” merupakan kegiatan yang diadakan setiap tanggal 27 Rajab untuk memperingat Isra’ Mi’raj dan solidaritas terhadap Palestina. Selama Pekan Rajabiyah, Nahdliyyin di seluruh Indonesia membacakan Qunut Nazilah pada setiap salat fardhu’ untuk mendoakan bangsa Palestina.

Qunut Nazilah itu bahkan mendapatkan tantangan dari Pemerintah Kolonial Belanda yang khawatir akan dampak politis terhadap amaliyah NU tersebut.

Namun, Hadratusyekh K.H. Hasyim Asy’ari mengklarifikasi bahwa Qunut Nazilah merupakan kewajiban solidaritas bagi sesama Muslim, bukan untuk menghina komunitas agama lain.

Pada era pascakemerdekaan Republik Indonesia Nahdlatul Ulama secara konsisten juga menunjukkan keberpihakannya terhadap kemerdekaan bangsa Palestina.

Mulai dari era K.H. Abdurrahman Wahid, K.H. Hasyim Muzadi, hingga K.H. Said Aqil Siradj berbagai langkah strategis NU diambil demi membela Palestina dari pendudukan Israel.

Bahkan, pada Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 2015, NU dengan sangat tegas mengeluarkan rekomendasi muktamar untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina dan menolak aksi pendudukan Israel atas Palestina.

Situasi sulit yang terus berkembang di Palestina, terutama di kawasan Yerusalem beberapa waktu terakhir mengingatkan akan sejarah panjang Nahdlatul Ulama dalam mendukung bangsa Palestina.

Oleh karena itu, mahasiswa Nahdliyin UI selalu mendoakan keselamatan bangsa Palestina yang tengah mengalami penindasan dan Palestina dapat secepatnya berdiri sebagai negara merdeka penuh yang diakui oleh dunia internasional.

Related posts



banner 300300