WartaDepok. com – Calon wali kota di Pilkada Depok 2020 akan diikuti petahana yaitu Pradi Supriatna dan Mohammad Idris dinilai tidak menarik.
Hal itu diungkapkan Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun.
“Kalau wajah wali kotanya masih orang lama seperti itu, saya tidak optimis Depok akan terjadi lompatan kemajuan baik kemajuan pembangunan ekonomi maupun kemajuan sosial budaya, ” kata Ubedillah kepada wartawan, Sabtu (25/7).
Kata Ubedillah, keduanya dipastikan pecah kongsi dan akan mencalonkan dengan pasangan wakil wali kota seorang perempuan berarti polanya sama. Ia mengatakan tidak menarik.
“Kalau mau menarik coba sesekali calon wali kota Depok anak muda atau perempuan.
Diantara kampus-Kampus besar ada di Depok, seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma, ” ucap dia.
Lebih lanjut Ubedillah mengatakan, partai politik di Depok harus keluar dari zona stagnan. Bahkan ia menyatakan hal itu sebuah pekerjaan rumah (PR) partai politik di Depok.
“Saya kira masih ada waktu untuk berfikir ulang mencari tokoh yang tepat untuk memimpin Depok. Sebab Depok adalah kota yang memiliki segudang ilmuwan dan para Profesor yang ahli membangun sebuah kota. Depok adalah “Kota Sejuta Ilmuwan” masa tidak bisa dicari?, ” pungkasnya. (wan/WD)