Bantuan Sosial Presiden Wajib Ditebus Rp 10 Ribu Atas Intruksi Oknum RW di Depok

  • Whatsapp
Ilustrasi Pungli/Shutterstock

WartaDepok.com – Bantuan sosial Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Pusat atau bantuan presiden yang disalurkan di RW06 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok harus ditebus Rp10. 000.

Permintaan penembus dengan uang Rp 10.000 ribu atas intruksi oknum RW tersebut.

Read More

“”Iya benar kami mendapatkan laporan dari warga mereka diminta uang Rp10.000 untuk nebus bansos pusat, oleh oknum RW tersebut,” kata Ketua LPM Kelurahan Bedahan Pablo kepada wartawan.

Itu pun isi paket sembako kata dia, yang diterima tidak utuh, hanya berisi 3 item.

Yaitu beras 15kg, minyak goreng, indomie 10 bungkus.

“Harusnya paket sembako pusat itu berisi beras 15kg, sarden ukuran kecil 2 buah, minyak goreng 2 liter dan sarimie 10 bungkus, ” kata dia.

Pria yang akrab disapa Bule ini menegaskan, bahwa RW06 bertindak sendirian melakukan pungutan tersebut kepada 500 KPM se RW06.

Lurah, LPM, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tidak tahu menahu akan pungutan itu.

“Itu Ketua RW06 bertindak sendiri, kami LPM, Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tidak terlibat,” ucapnya.

“Informasi yang saya dapat ada warga RW06 yang kerja di Kementrian Sosial. Orang tersebut mengajukan melalui proposal yang di lampiri KTP dan KK se RW06, dan terakomodir 500 paket bansos pusat,” tambahya.

Pasalnya, kedatangan paket sembako bansos pusat di RW06, tidak berbarengan dengan bansos Kelurahan Bedahan.

“Bansos di RW06 datang duluan dan tidak berbarengan dengan bansos Kelurahan Bedahan seperti sebagaimana mestinya,” jelas Pablo.

Saat ini, pihak Lurah, LPM, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bedahan sedang menggelar rapat membahas laporan warga tersebut.

“Permasalahannya pungutan Rp10.000 per KPM ini, kami sedang mencari tahu siapa panitia pelaksana pemberinya itu,” tandasnya. (Wan/WD)

Related posts



banner 300300