Eksploitasi Air Tanah, Awas Tanah Amblas

  • Whatsapp
Suasana perkantoran dan pemukiman penduduk di kawasan Margonda Raya yang semakin padat. Peningkatan populasi penduduk di Kota Depok dikatakan semakin tinggi dengan berkembangnya pembangunan secara terus menerus sehingga dapat mengakibatkan lahan penghijauan berkurang tidak berbanding seimbang dengan populasi manusia yang bertambah banyak.(Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Air merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup yg hrs dipenuhi. Termasuk manusia. Dimana 70% tubuh manusia terdiri atas air.

Bisa dibilang tanpa air, manusia dan makhkuk hidup lainnya tidak bisa bertahan hidup. Karenanya air terutama air bersih sangat dibutuhkan. Baik untuk dikonsumsi, MCK, hingga kebutuhan lainnya.

Read More

Danau, sungai dan air tanah merupakan sumber air yang digunakan manusia. Air sungai sendiri sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Sayangnya tingkat pencemaran yang cukup meresahkan, terutama di area perkotaan membuat sumber air bersih menjadi langka.

Bila sumber air danau dan sungai tercemar akibat aktivitas manusia, alhasil membuat satu sumber air saja yang tersisa dan sekiranya bisa digunakan karena masih terjamin kualitasnya, yaitu air tanah. Hal ini dikarenakan air tanah dalam prosesnya sudah melalui penyaringan alami.

Penggunaan air tanah di Depok masih dibilang cukup besar. Hampir setiap rumah memiliki sumur bor, terutama di beberapa titik yang mempunyai petensial air tanah. Sehingga pengeboran sumur cukup marak dilakukan.

Sayangnya tanpa di sadari air tanah di eksploitasi secara terus menerus dan cenderung semakin banyak sementara tidak di barengi inflow atau dengan jumlah masuknya air ke dalam tanah.

Sementara jika pengambilan air tanah dilakukan terus menerus akan menimbulkan penurunan permukaan tanah, yang diakibatkan penggunaan air tanah berlebih/terus menerus.

Pengambilan air tanah secara intensif juga beresiko pada pencemaran air tanah dalam yang bersumber dari air tanah dangkal yang tercemar, maka kualitas air tanah yang semula baik akan menurun dan bisa jadi tidak dapat dimanfaatkan atau dikonsumsi.

Dengan eksplorasi air tanah yang berlebihan secara terus menerus menyebabkan penurunan permukaan tanah.

Bila penurunan tanah terjadi terus menerus maka beresiko terjadinya kemiringan bangunan, jalan ataupun jembatan yang amblas sehingga menjadi hal yang cukup mengancam keselamatan.

Mengingat peran air tanah semakin penting, maka pemanfaatan air tanah harus di dasarkan pada keseimbangan dan kelestarian air tanah itu sendiri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kawal Lingkungan Hidup Indonesia (KAWALI), Puput T.D. Putra berujar, air tanah merupakan salah satu sumber daya yang keberadaannya terbatas. Dan bila rusak, dapat mengakibatkan dampak yang luas dan sulit dipulihkan.

Kata dia, selain air sungai dan air hujan. Air tanah juga mempunyai peranan yg sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri.

Kurangnya pemahaman terhadap kondisi air tanah, menimbulkan permasalahan yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat.

“Untuk itu diperlukan perencanaan pendayagunaan air tanah, didasarkan pada tahapan yang mencakup inventarisasi potensi air tanah, dan perencanaan pemanfaatan,” kata Puput.

Dia juga menegaskan pengawasan sangat perlu dilakukan oleh semua stakeholder. Bahkan Pemkot Depok harus melakukan audit lingkungan di wilayahnya.

“Terkait hasil temuan dari audit lingkungan yang berkaitan dengan air tanah nantinya akan digunakan untuk rujukan tatakelola air dan pengawasan yang berkelanjutan, sehingga tidak ada lagi penggunaan air tanah yang berdampak pada amblasnya tanah akibat penggunaan air tanah yang berlebihan,” kata Puput saat dihubungi.

Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH), Heri Blangkon juga mengatakan, pembangunan di Kota Depok harus diimbangi dengan distribusi air PDAM di Kota Depok.

Karena jika tidak, setiap bangunan yang ada di Kota Depok akan memanfaatkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan penghuninya.

Dia mengatakan, jika tidak segera dibatasi, air tanah yang ada di Kota Depok akan semakin habis sehingga dikhawatirkan tanah yang ada Kota Depok akan amblas.

“Jika banyaknya apartemen, mal, dan universitas di Kota Depok akan menyedot pemanfaatan air tanah di Kota Depok, sementara PDAM tidak mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Depok,” kata Heri. (rub/WD)

Related posts