Tetangga Terduga Teroris Kaget, Pihak SDIT Angkat Bicara Soal Penangkapan

  • Whatsapp
Foto : Rumah tinggal diduga teroris WJS di Perumahan Bukit Mampang Residence, Blok N, No. 8, Jalan Cemara, Kecamatan Limo, Kota Depok, Barat.

WartaDepok.com – Warga Perumahan Bukit Mampang Residence, Blok N, No. 8, Jalan Cemara, Kecamatan Limo, Kota Depok, Barat tempat tinggal diduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror kaget.

Mereka tidak menyangka WJS terlibat jaringan teroris internasional, sebab WJS dikenal tertutup oleh warga perumahan tersebut.

Read More

“Gak nyangka dan kaget. Soalnya dia baru tinggal di perumahan ini satu tahun, ” kata Mutia (29) salah satu tetangganya, Kamis (14/11/2019).

Saat penangkapan dirinya pun tidak mengetahui. Namun saat penggeledahan yang dilakukan oleh Polisi.

Mutia mengaku kepolisian berhasil mengamankan beberapa barang yakni satu buah laptop, belasan handphone, tujuh paspor beda-beda nama, serta beberapa buku-buku tentang Islam.

“Keluarga WJS tinggal bersama seorang istri dan dua putranya yang masih duduk di sekolah dasar, “jelas dia.

Diketahui, WJS merupakan warga pendatang di komplek tersebut.

Saat pindahan, WJS tak diantar atau didampingi keluarganya baik dari keluarga Wiji ataupun keluarga sang istri.

“Dia kan di sini ngontrak, waktu pindahan enggak ada yang anterin keluarganya, barang-barangnya juga datangnya dikit-dikit enggak sekaligus,” tutur salah satu warga ketia dimintai keterangan.

Terpisah, Pengurus SDIT tempat WJS ditangkap angkat bicara. Dalam keterangan secara tertulis bahwa WJS bukanlah guru, pegawai atau pengurus SDIT tersebut.

“Dengan tegas kami mengutuk segala bentuk aktivitas yang berlawanan dengan hukum di NKRI (WJS). Ia (WJS) bukan guru, pegawai, dan pengurus di SDIT. Untuk penangkapan terjadi di Jalan Palakali, Tanah Baru, Beji, Depok, dekat sekolah kami, bukan di dalam SDIT, ” kata Jundi.

Jundi menerangkan, pihaknya bergerak di bidang pendidikan formal, di bawah naungan Diknas, yang memberikan pelayanan pendidikan untuk semua lapisan masyarakat.

Adapun ada penangkapan dan penanganan hukum, itu adalah di luar tanggungjawab dan wewenang pihak sekolah.

“Kami mendukung sepenuhnya aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas hal tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI , ” pungkas Jundi. (Wan/WD)

Related posts



banner 300300