Makanan Kontroversial di Dunia, dari Hati Angsa hingga Kaviar

Foto via detik.com/Sirip Ikan Hiu

WartaDepok.com – Banyak makanan enak yang digemari di dunia, tapi justru mengundang kontroversi. Mulai dari proses pembuatannya, hingga menggunakan hewan yang terancam punah.

Setidaknya ada ratusan ribu jenis makanan di setiap negara. Di antaranya, beberapa makanan ini sudah ada sejak dulu, dan dianggap sebagai warisan kuliner yang turun temurun. Kadang kali, beberapa makanan ini sudah tak cocok dengan kondisi era sekarang.

Seperti ikan hiu yang diambil siripnya, foie grasyang dibuat dari hati angsa hingga kaviar. Berikut penjelasannya sebagaimana dilansir daily meal:

Hati Angsa

Sudah ada sejak dulu, foie gras atau hidangan dari hati angsa ini dinilai sebagai kuliner klasik di Prancis. Disebut sebagai makanan khusus untuk orang kaya, foie gras ini punya harga yang mahal, tentunya karena proses pembuatannya yang tak gampang.

Biasanya untuk menghasilkan foie gras, para angsa ini dipaksa untuk makan lebih dari tiga kali sehari, dengan cara selang atau tabung panjang dimasukkan ke dalam tenggorokan mereka.

Tujuannya untuk menggemukkan angsa ini, agar daging hatinya lebih berlemak dan gurih saat dimasak.

Tentu saja, hal ini menuai kontroversi terutama di kalangan pecinta hewan. Banyak yang menolak foie gras ini, karena cara pembuatannya dinilai kejam dan menyiksa hewan. Sejumlah negara bahkan sudah mengeluarkan larangan untuk mengonsumsi foie gras, namun hingga kini, foiegras tetap digemari banyak orang dan masih berada di bagian kuliner mewah.

Sirip Ikan Hiu

Sirip ikan hiu menjadi perburuan hangat yang sering diolah menjadi makanan, terutama di China. Di mana sup sirip ikan hiu ini, dianggap sebagai makanan yang dapat meningkatkan kesehatan, serta mengangkat berbagai penyakit.

Salah satunya dipercaya dapat meningkatkan stamina, membuat libido menjadi naik, mencegah serangan jantung, merendahkan kadar kolestrol, hingga menambah energi. Sayangnya, karena hal ini, ratusan ikan hiu dibunuh hanya untuk diambil siripnya saja.

Menurut sebuah studi di tahun 2006 silam, setidaknya ada 73 juta ikan hiu yang dibunuh setiap tahunnya, untuk diambil siripnya. Bahkan di beberapa kasus, ikan hiu ini sering dipotong siripnya saja, dan dilepaskan lagi ke laut hingga mati dengan sendirinya. Kini konsumsi ikan hiu mulai mendapatkan perhatian serius, karena ikan hiu mulai masuk ke ambang kepunahan.

Kaviar

Kaviar pertama kali populer di Rusia, dan mulai mendunia, hingga sampai ke China. Tak hanya di wilayah Eropa dan Barat saja, kini Asia pun menjadi penikmat kaviar. Pabrik kaviar terbesar di dunia pun adanya di China.

Meski masuk ke dalam jenis makanan mahal dan menguntungkan. Tapi industri kaviar juga tak lepas dari pro dan kontra. Kaviar merupakan telur ikan, yang diambil dari dalam ikan sturgeon. Mengapa hal ini mengundang kontra?

Karena untuk mengambil kaviar, ikan sturgeon ini harus dibunuh lebih dulu, untuk disayat bagian peutnya dan diambil seluruh telur ikannya.

Di tahun 2005, negara Amerika akhirnya mengeluarkan peraturan bahwa membunuh ikan sturgeon beluga termasuk ke dalam tindakan yang melanggar hukum, karena jenis ikan ini sangat langka dan diambang kepunahan.(sen/WD)

Leave a Reply

Your email address will not be published.