Opini

Si Kecil INSTO Dry Eyes: Teman Setia Awak Media di Balik Lahirnya Berita

30
×

Si Kecil INSTO Dry Eyes: Teman Setia Awak Media di Balik Lahirnya Berita

Sebarkan artikel ini

Oleh: Imam Solehudin (Pimpinan Redaksi Warta Depok)

Ilustrasi PRESISI: Di balik layar redaksi Warta Depok, jemari tak henti mengetik dan mata terus bekerja membaca realitas. Di antara tumpukan naskah, kamera, dan layar yang menyala, INSTO Dry Eyes setia menemani, membantu menjaga kenyamanan mata agar ketelitian tetap terjaga dan berita lahir dengan kejernihan.

ADA satu bagian tubuh yang jarang disebut ketika kita membicarakan kerja jurnalistik, padahal ia selalu hadir di garis depan. Mata. Ia bekerja sejak pagi, menatap layar, membaca dokumen, menyusuri data, hingga larut malam mengejar tenggat.

Dalam ritme kerja yang demikian padat, gangguan kecil seperti mata sepet, perih, dan lelah kerap muncul, lalu dianggap wajar. Padahal, di situlah gejala mata kering sering kali bermula.

Mata kering bukan kondisi yang datang tiba-tiba. Ia berkembang perlahan, mengikuti pola kerja modern yang menuntut fokus visual berkepanjangan. Bagi awak media, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Ketika mata tidak lagi nyaman, konsentrasi menurun, detail bisa terlewat, dan kualitas kerja pun terdampak.

Dalam profesi yang bertumpu pada ketelitian dan kejernihan pandang, kesehatan mata menjadi fondasi yang tidak bisa diabaikan.

Di titik inilah INSTO Dry Eyes hadir sebagai salah satu solusi yang relevan. Produk ini dirancang untuk membantu meredakan gejala mata kering, seperti sepet, perih, dan lelah, yang kerap dialami mereka yang beraktivitas intens di depan layar.

Kehadirannya bukan sekadar menjawab kebutuhan sesaat, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan merawat mata di tengah tuntutan kerja yang terus meningkat.

Maka dari itu, kampanye “Bebas Mata SePeLe” yang digagas mereka, dengan menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mata melalui edukasi yang mudah dipahami, amat dibutuhkan.

Pengenalan terhadap tanda-tanda mata kering, seperti sepet, perih, dan lelah, menjadi langkah awal agar keluhan tersebut tidak dianggap sebagai hal sepele. Edukasi ini relevan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan di tengah tuntutan kerja yang semakin intens.

INSTO dan Relasinya dengan Media 

Sejarah INSTO sendiri tidak lepas dari upaya menghadirkan perawatan mata yang praktis dan mudah diakses. Sejak lama, INSTO dikenal sebagai produk yang akrab dengan aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang mengandalkan ketajaman penglihatan dalam bekerja.

Dari generasi ke generasi, botol kecil INSTO kerap menjadi teman setia di meja kerja, di tas liputan, atau di saku awak media yang berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

Kedekatan ini membentuk relasi yang unik. INSTO tidak hadir sebagai bagian dari proses editorial, tetapi menjadi pendukung tak langsung di baliknya. Mata yang terjaga membantu jurnalis membaca lebih teliti, menyunting lebih cermat, dan bekerja lebih nyaman.

Dari kondisi mata yang sehat, lahir fokus yang lebih baik, dan dari fokus itulah karya jurnalistik yang berkualitas dapat dihasilkan.

INSTO Dry Eyes melanjutkan peran tersebut dengan menyesuaikan diri pada tantangan zaman. Ketika kerja jurnalistik semakin digital dan waktu menatap layar kian panjang, kebutuhan akan perawatan mata menjadi semakin nyata.

Produk ini hadir sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan mata adalah bagian dari profesionalisme, bukan sekadar urusan personal.

Menjaga Mata, Menguatkan Presisi Berita 

Bagi awak media, sahabat sejati bukan hanya rekan di lapangan atau di ruang redaksi, tetapi juga hal-hal kecil yang menopang keberlangsungan kerja. INSTO, dalam perjalanan panjangnya, telah menempatkan diri sebagai sahabat tersebut.

Ia tidak menulis berita, tidak mengambil gambar, dan tidak menyunting naskah. Namun, melalui mata yang tetap nyaman dan terjaga, INSTO ikut berkontribusi pada lahirnya karya jurnalistik yang jernih, tajam, dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, menjaga mata berarti menjaga kualitas pandang terhadap dunia. Dalam kerja jurnalistik, pandangan yang jernih bukan hanya soal apa yang dilihat, tetapi juga bagaimana realitas disampaikan kepada publik.

Di balik setiap berita yang lahir dengan ketelitian, ada mata yang bekerja tanpa henti, dan ada perawatan yang memastikan mata itu tetap mampu menjalankan tugasnya dengan baik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *