Klarifikasi Imam Budi Hartono Terkait Tudingan Pelecehan

  • Whatsapp

WartaDepok.com – Bakal calon Wali Kota Depok Imam Budi Hartono memberikan klarifikasi terkait tudingan dirinya melakukan pelecehan seperti yang dituduhkan oleh Bakal Calon Wakil Wali Kota Depok dari PDIP Afifah Alia.

Pilkada Kota Depok diikuti dua paslon yaitu Mohammad Idris-Imam Budi Hartono yang diusung oleh PKS, PPP, dan Partai Demokrat Pradi Supriatna-Afifah Alia yang diusung oleh Golkar, Gerindra, PDIP, PAN, PKB dan PSI.

Read More

Imam menjelaskna saat itu dirinya bersama Mohammad Idris bertemu dengan Pradi Supriatna serta Afifah Alia untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Imam berusaha mencairkan suasana yang dirasa kaku.

“Jadi yang sebenarnya terjadi kan kita pasangan berdua nih Paslon, baru ketemu di Rumah Sakit Hasan Sadikin kan, ya kan nggak enak, gimana sih dua pasang terus kaku kan ketemu kan, pastikan nggak enak gitu,” kata Imam.

Dia menuturkan saat itu kami hanya bertiga yaitu saya sendiri, Mohammad Idris dan Pradi Supriatna yang terlibat pembicaraan dengan nada bercanda dan gurauan, sehingga suasana mencair. Namun Bu Afifah terlihat hanya diam.

“Bu Afifah nih enggak gabung gitu karena enggak tau ya mungkin pendiam atau gimana, saya ajak bu Afifah supaya ngobrol-ngobrol sama kita juga gitu.

Saat obrolan kita itu memang cenderung beliau (Afifah) tuh diem nggak ada sepatah kata pun keluar ya, jadi yang keluar hanya saya bang Pradi, pak Wali (Idris) itu saja.

Pak Wali juga hanya sedikit senyum-senyum saja gitu, cuma kan karena pake masker, pake face shield nggak keliatan gitu wajah dari kita masing masing kan,” katanya.

Saat pembicaraan tengah berlangsung, Imam menuturkan ada seorang perawat yang datang untuk memberitahukan ihwal tentang pembagian kamar.

Lalu Imam menuturkan dirinya bertanya pada perawat tersebut apakah satu kamar akan diisi oleh masing-masing orang atau masing-masing paslon.

“Terus saya tanya kan ini kamar sendiri atau berdua, dia (perawat) jawab sendiri-sendiri pak. Oh enggak boleh berdua ya, terus saya ceritain kalau berdua saya sama Afifah cucu saya, saya bilang gitu,” ucapnya.

Jadi tidak ada kalimat yang menyatakan saya minta sekamar dengan Afifah.

Kalimat berikutnya tidak terdengar sama dia. Saya sudah punya cucu, 1 ,5 tahun. Masa sih saya mau tidur sama dia ini kan di rumah sakit.

Imam mengatakan mungkin saja apa yang diucapkannya tidak terdengar jelas dan lengkap oleh Afifah Alia secara utuh tapi hanya sepotong.

“Cuma mungkin Afifah enggak denger kalimat berikutnya. Jadi nggak kedengaran bahwa cucu saya nama cucu saya tuh namanya Afifah dia nggak tau juga,” ujarnya.

Namun lanjut Imam jika memang ada ketersinggungan dengan kata-kata saya walaupun akibat tidak didengar secara utuh maka sekiranya saya mohon maaf.

Diberitakan media Bakal calon wakil walikota Afifah Alia merasa dilecehkan secara verbal oleh lawannya yaitu Imam Budi Hartono sebagai calon Wakil Wali Kota di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung Jawa Barat pada tanggal 8 September 2020.

Afifah merasa dilecehkan ketika pembagian kamar untuk para peserta.

“Kamar kandidat pilkada Depok bersebelahan, saat petugas RS menginformasikan kamar saya, tiba-tiba Pak Imam Budi melontarkan ujaran ‘sekamar sama saya saja bu Afifah’,” tulis Afifah dalam keteranganya. (Wan/WD)

Related posts