Pertama, Vaksin Corona Diberikan di Depok Untuk Pelayanan Publik Rentan Terpapar

  • Whatsapp
Ilustrasi/Shutterstock

WartaDepok.com – Dinas Kesehatan Kota Depok akan melakukan klasterisasi terhadap warga terpapar Covid19.

Klasterisasi dilakukan sebagai tahapan pemberian vaksi pada warga. Diketahui bahwa pada November nanti vaksin akan datang dan Kota Depok menjadi lokasi pertama yang diberikan.

Read More

“Sekitar di bulan November akan turun vaksin hasil dengan Kemenko Maritim kemarin, dan yang akan didahulukan untuk di Jawa Barat adalah Kota Depok,” kata Pjs Walikota Depok, Dedi Supandi, Rabu (14/10).

Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap klaster-klaster warga yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Dari klaster tersebut akan diketahui siapa saja yang akan didahulukan untuk diberi vaksin.

“Nanti kita akan lakukan klaster-klaster oleh Kepala Dinas Kesehatan dari klaster itu mana kategori yang didahulukan untuk konsumsi vaksin itu,” tukasnya.

Namun Dedi mengaku belum tahu detil berapa jumlah vaksi yang akan diterima. Namun jika sesuai dengan usulan maka lebih dari 1.000 vaksin yang akan diterima nantinya.

“Jumlahnya saya belum tahu persis. Tapi dari kondisi yang kita usulkan dari status terkonfirmasi aktif yang tinggal 1.139 lagi, ada juga yang sudah sembuh. Kita akan peruntukkan vaksin itu kepada pelayan publik yang sangat rentan terpapar Covid19,” ucapnya.

Pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait adanya vaksin tersebut. Untuk skala prioritas, kata Dedi maka yang didahulukan adalah pelayan kesehatan, petugas puskesmas dan petugas labkesda.

Lebih lanjut Dedi menuturkan bahwa Kota Depok mendapatkan pinjaman alat PCR dari BNPP. “Kita dapat pinjam pakai alat PCR ada tambahan dari BNPB sebanyak 2 unit,” ungkapnya.

Alat tersebut sudah ditaruh di Labkesda dengan kemampuan hingga 500 sampel per hari. Hal itu untuk mengejar target 1 persen dari total penduduk Depok sebanyak 2,4 juta.

“Itu akan kita taruh di Labkesda satu unit. Kemampuan per hari hari bisa sekitar 500. Sehingga kalau kita hitung target penduduk kita (Depok) 2,4 juta, target berarti 2.400 dalam per minggu.

Kalau dihitung per hari kan 300. Saat ada alat bisa 500 maka kemampuan tes di Depok sudah cukup,” pungkasnya.

Related posts