Kasus Covid-19 Tinggi, Gubernur Ridwan Kamil ke Depok Bahas Soal Ini

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat melakukan tinjauan fasilitas kesehatan di RSUD Depok, Selasa (15/9).

WartaDepok.com –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu Pemerintah Kota Depok melalui RSUD Depok untuk meningkatkan ruang ICU.

Diketahui bahwa ruang ICU di RSUD Depok sudah penuh merawat pasien Covid19 dengan gejala berat.

Read More

“Jadi pasien itu dibagi 3. Ada yang ringan, sedang, berat. Nah yang berat ini, dia butuh ICU yang tekanan rendah. Itu yang harus ditingkatkan.

Yang ringan dan sedang relatif lebih terkendali,” katanya usai melakukan tinjauan fasilitas kesehatan di RSUD Depok, Selasa (15/9).

Emil akan membahas secara teknis hal ini dengan RSUD Depok.

Ketika kunjungan, dia juga sempat berkomunikasi dengan tenaga kesehatan dan secara umum sudah baik. Hanya saja mereka perlu dukungan moril dan perlengkapan yang lebih memadai.

“Karena contoh di atas, ada satu ruangan yang terpapar adalah nakes.  Itu sedang kita evaluasi supaya rasa aman tenang nyaman nakes bisa menjamin mereka dalam mengendalikan Covid19,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa setiap tiga hari, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yaitu Luhut Binsar Panjaitan akan melakukan evaluasi.

Jika memang dirasa sebagai kebutuhan maka bantuan bisa diberikan melalui pemerintah pusat yang dikordinasikan melalui Menko Maritim.

“Kalau sifatnya kebutuhan, kan Depok semuanya punya anggaran lah kira-kira begitu, tapi karena sudah diperintahkan nanti perbantuan bisa lewat pempus yang sekarang dikordinasikan Pak Luhut,” ucap Emil.

Soal PSBB ketat, diakui Emil ada dampak pada sektor informal karena tidak bisa kerja dan jualan.

Semakin ketat dibatasi maka akan semakin berdampak. Emil meminta pada Walikota Depok untuk menghitung dampak dari pengetatan tersebut.

“Salah satu instruksi konkrit kan, pengetatan ini pasti ada dampak informal yang tidak bisa kerja tidak bisa jualan. Semakin ketat pasti ada dampak.

Dampak itu yang saya minta Pak Wali menghitung. Jumlahnya itu seribu, dua ribu, seratus ribu itu saya nggak tahu,” ucapnya.

Dia meminta pada Pemkot Depok untuk memastikan scenario ruangan perawatan jika angka pasien meningkat.

Dia meminta agar sudah ada langkah yang ditempuh Pemkot Depok dengan sejumlah rekayasanya.

“Skenario A yang sekarang, skenario B ada tambahan tadi 19 RS ditambahin lagi, skenario C pinjem dengan Bodebek lewat saya tapi,” ungkapnya.

Kemudian Emil meminta agar dilakukan pengetatan di zona merah. Mengingat klaster rumah tangga dan perkantoran cukup tinggi.

“Yang kerja di Jakarta tapi KTP Depok ternyata prosentasenya tinggi. Jadi PSBM mikro yang ketat dan dampaknya.

Mudah-mudahan dengan kordinasi sebagai satu kesatuan lebih mudah,” pungkasnya. (Wan/WD)

Related posts