Klaster Santri di Depok Meningkat, Satgas Covid-19 Sebut Kurang Prokes

  • Whatsapp
Warga melintas di depan mural dengan tema COVID-19 di Halaman Balai Kota Depok, Rabu (6/1).(Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Rencana pemerintah untuk melakukan sekolah tatap muka nampaknya harus ditinjau ulang oleh Pemerintah. Pasalnya beberapa santri di salah satu pondok pesantren di Kota Depok terpapar Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penangan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana yang dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan adanya para santri yang terkonfirmasi Covid-19.

Read More

” Ada peningkatan saat ini dan beberapa Pondok tersebut antara lain
ZZS 25 kasus, ponpes MD 46 kasus, dan pesantren BQ 4 kasus, dan pesantren A 1 kasus,”katanya saat dikonfirmasi. Jumat (29/4/2021).

Menurut Dadan penularan tersebut diakibatkan karena sikap abai terhadap penerapan protokol kesehatan. Selanjutnya banyak kegiatan yang keluar-masuk Artinya, anak-anak boarding tapi pengajar atau mungkin catering dan pesan makan dari luar.

” Terkait Ponpes ZSS para santri yang terpapar mengalami gejala sejak Senen lalu dan hasil positif Covid-19 diketahui saat tes swab PCR mandiri oleh mereka,”katanya.

Dari kasus tersebut kata Dadang pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kluster pondok pesantren.

” SKB tiga menteri perlu ditinjau lagi itu saran kami,”tandasnya.

Diketahui pada Juni 2021 mendatang Pemerintah tengah melakukan pertimbangan untuk melaksanakan kegiatan belajar tatap muka sekolah yang ada di Indonesia.

Related posts



banner 300300