Pradi ke Generasi Milenial: Kuy 9 Desember ke TPS

  • Whatsapp
Pradi Supriatna (Mia Nala Dini/WartaDepok.com)

WartaDepok.comĀ – Istilah Mabar atau main bareng yang saat ini sedang hits di generasi milenial, terutama anak gamers, menjadi perhatian Calon Wali Kota Depok Pradi Supriatna.

Dalam permainan game Free Fire, PUBG Mobile, dan Mobile Legends istilah ini memang sudah tidak asing lagi.

Read More

Menurut Pradi yang maju bersama Afifah Alia di Pilkada Depok 2020, kegiatan ngumpul bareng teman-teman sambil bermain online melalui aplikasi memang mengasyikan. Tetapi, sebagai anak muda jangan melupakan tugas utama, yaitu pendidikan dengan cara belajar.

“Sekali-kali ganti ‘kuy belajar’, jangan ‘kuy mabar’ terus ya,” ujar Pradi, di Beji, Rabu (28/10).

Dirinya mengatakan, zaman dengan teknologi canggih bisa berbahaya jika tidak diterapkan aturan. Tugas orangtua adalah membuat aturan soal penggunaan gadget kepada anak.

“Contoh, jika bermain dengan handphone harus ada aturan, ada waktunya. Karena radiasi dari handphone tidak baik bagi mata, ”

“Ditambah lagi, pandemi Covid-19 membuat sekolah dari rumah dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dengan pakai handphone atau laptop pula,” tuturnya.

Paslon dengan nomor urut satu ini melanjutkan, hari ini bangsa Indonesia sedang menyambut Hari Sumpah Pemuda yang diperingati tiap tanggal 28 Oktober.

Dimana pemuda-pemudi berkontribusi dalam merebut kemerdekaan Negara Indonesia. Artinya, Anak-anak muda generasi milenial jangan mau kalah dengan anak muda zaman dulu.

Bila mereka berperang dengan menggunakan senjata, milenial berperang menggunakan kreatifitas. Baik dibidang akademik maupun non akademik.

“Tugas utama generasi sekarang adalah belajar, menggali potensi yang ada dalam dirinya, kembangkan, dan jadikan potensi tersebut membantu pembangunan di kotanya,” terang Pradi.

Tidak lupa, Pradi mengajak para milenial untuk datang ke TPS pada 9 Desember mendatang. Gunakan hak pilih bagi anak muda yang telah memenuhi syarat.

Jadikan Pilkada Depok sebagai pesta demokrasi, memilih sesuai hati nurani dengan melihat kemampuan, serta program-program dari calon-calon pemimpin daerahnya.

“Kuy tanggal 9 Desember nyoblos ke TPS, untuk perubahan yang lebih baik bagi Kota Depok,” tutup Pradi.(mia/WD)

Related posts