Ribuan Anggota Polrestro Depok Jalani Rapid Test, Mudah-mudahan Non Reaktif

  • Whatsapp

WartaDepok.com – Sebanyak 1.600 anggota Polrestro Depok menjalani rapid test. Test ini dilakukan sebagai langkah tracing dan memutus penyebaran mata rantai penyebaran virus Korona.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok juga melakukan rapid test terhadap 9.000 orang warga Depok.

Read More

“Hari ini ada bantuan halodoc bekerja sama dengan Pemkot Depok, dalam hal ini dibawah Wali Kota Depok bekerja sama dengan Gugus Tugas Kodim untuk masyarakat melakukan rapid test,” kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Rabu (27/5).

Pelaksanaan rapid untuk anggota Polrestro Depok digelar selama dua hari. Untuk hari pertama dilakukan untuk 700 anggota. Dan dihari kedua digelar untuk 900 anggota. Anggota Polri perlu menjalani rapid test karena termasuk dalam kelompok rentan terpapar.

“Gelombang pertama karena ada beberapa petugas yang rentan salah satunya anggota Polri yang melaksanakan tugas PSBB di cek poin dan pembatasan sehingga mereka mendapatkan giliran yang pertama,” paparnya.

Hasil dari test ini akan diketahui dua jam setelah test dilakukan. Kapolres menekankan pentingnya test ini dilakukan kepada anggota karen untuk dilakukan pemetaan. Dengan demikian pemutusan mata rantai dapat efektif dilakukan.

“Ini dilakukan untuk memetakan mana yang terpapar atau tidak. Harapan saya tentu tidak ada yang terpapar. Proses ini penting karena mereka ada di lapangan sehingga kalau ada yang terpapar (reaktif) akan dikarantina 14 hari dipisahkan dengan yang sehat,” jelasnya.

Jika memang ditemukan adanya hasil yang reaktif maka pihaknya akan segera melakukan protokol kesehatan dan dilaporkan ke satuan atasan untuk tindak lanjut perawatan.

Karantina pun mutlak dilakukan bagi yang hasilnya reaktif. “Persiapan bagi reaktif kita siapkan di RS Kramat Jati atau di Brimob,” paparnya.

Ditempat yang sama, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menambahkan, rapid test ini adalah salah satu langkah untuk filtrasi. Sejumlah rumah sakit pun sudah dipersiapkan untuk merawat pasien yang terpapar.

“Kami sudah ada Gugus Tugas Covid19 termasuk rumah sakit rujukan, ada RSUD, RSUI dan RS Brimob untuk menampung pasien positif,” katanya.

Related posts



banner 300300