UI, Pemkot, dan Polres Metro Depok Berkolaborasi Hadapi Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Isolasi pasien COVID-19 yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Wisma Makara UI.(Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

WartaDepok.com – Hingga kini penyebaran Covid-19 di Kota Depok masih tinggi. Bahkan okupansi tempat tidur di rumah sakit di Depok sudah diatas 80 persen atau jauh diatas standar WHO.

Peran seluruh masyarakat dan stakeholder menjadi penting untuk menekan angka penyebaran.

Read More

Sebagai bentuk tridarma pendidikan, Universitas Indonesia (UI) pun berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok dan kepolisian melalui Kampung Siaga yang siap dan tangguh dalam menghadapi Pandemi dan Bencana.

Program yang menggali potensi masyarakat dalam lewel rukun warga dan rukun tetangga sangat efektif dalam mengidentifikasi warga yang terkan COVID-19 baik yang dengan gejala ataupun tanpa gejala (OTG).

Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Pendidikan Vokasi dengan dukungan Direktorat Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia yang di ketuai oleh Deni Danial Kesa, melakukan gerakan revitalisasi kolaborasi antara satgas wilayah Kukusan bersama Tokoh pemuda, dan Pemerintah Desa dalam mewujudkan kembali efektifitas Kampung Siaga, di wilayah kelurahan Kukusan, Kota Depok.

“Dengan membuat prosedur operasional baku penanganan mandiri yang berawal dari gerakan komunitas di tingkat lingkungan warga,” kata Deni, Sabtu (2/1/2021).

Pihaknya menyerahkan bantuan ketersediaan alat P3K penanganan Covid dari Tim kepada satgas, dan di saksikan oleh aparatur pemerintah setempat.

Kegiatan yang bertujuan untuk tetap memelihara kesadaran dan empati warga terhadap bahaya Covid-19.

“Tidak hanya sebatas itu, tim juga memberikan pemahaman terhadap pentingnya Call Center dan prosedur baku yang harus disosialisasikan kepada seluruh warga supaya lebih tanggap terhadap perkembangan Virus yang berbahaya ini,” tukasnya.

Pendampingan dari Civitas akademika Universitas Indonesia dan model yang dikembangkan oleh masyarakat bisa di perbanyak dan dibuat standar dalam mengedepankan kemandirian wilayah serta menumbuhkan empati.

“Desa yang memperhatikan protokol kesehatan dan mampu memanfaatkan setiap peluang dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap segala ancaman dan gangguan yang berkembang,” tambahnya.

Kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim Vokasi UI, selain membuat memperkuat kolaborasi satgas dan kampung siaga juga memberikan bantuan alat P3K Covid rapid, oxy meter, termo gun, hand sanitizer sensor, masker, Hazmat, kaos tangan dan Face shields untuk Kelurahan Kukusan.

Ketua Satgas Kukusan Agus, mengatakan ketersediaan alat P3K covid sangat membantu tim di tingkat kelurahan yang terkadang berada di garis depan, dan kekurangan beberapa kebutuhan alat serta logistik.

M. Haris saah satu tokoh pemuda Kukusan menambahkan bahwa ketersediaan alat ini bisa dipantau dan dikolaborasikan antara kampung siaga beserta satgas, kekuarangan alat akan di ajukan menggunakan formulir daring.

Related posts



banner 300300