Wali Kota: Alun-alun Kota Depok dan Taman Jatijajar Raih Nilai Tertinggi dengan Predikat RBRA

Wali Kota Depok, Mohammad Idris didampingi Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari menyimak paparan hasil audit Taman Jatijajar dan Alun-alun Kota Depok oleh perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) untuk mendapatkan Anugerah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Alun-alun Kota Depok, Jumat (02/12/22). (Foto : Diskominfo).

WartaDepok.com – Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Taman Alun-alun Kota Depok dan Taman Jatijajar berhasil mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) untuk mendapatkan Anugerah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

Pasalnya, usai dilakukan penilaian oleh tim Kementerian PPPA, Taman Alun-alun Kota Depok memperoleh skor 487 dan Taman Jatijajar memperoleh skor 452.

“Taman Alun-alun Kota Depok dan Taman Jatijajar mendapatkan rekomendasi dari Kementerian untuk mendapatkan Anugerah Ruang Bermain Ramah Anak, nanti kedua taman itu akan dicek kembali,” tutur Mohammad Idris dikutip melalui laman resmi pemkot Depok.

Berdasarkan hasil audit tersebut, kedua taman di Kota Depok ini berhasil mencapai nilai tertinggi dari 5 kategori peringkat, yakni mendapatkan predikat RBRA, artinya keduanya telah memenuhi standar sebagai fasilitas ruang bermain ramah anak yang berjalan sesuai fungsinya.

“Kita mempunyai taman alun-alun yang luasnya 3 hektar lebih, awal pemikirannya setiap kota/kabupaten biasanya ada alun-alun, kok Depok tidak ada, karena itu dibangun alun-alun ini dengan nuansa taman agar bisa dimanfaatkan untuk galeri UMKM, padepokan bisa untuk pertunjukan, alhamdulillah atas kerja sama kita semua bisa terwujud,” jelasnya.

Selain itu, ujar Mohammad Idris, Kota Depok juga memiliki 53 taman kelurahan yang sudah terbangun tahun kemarin, salah satunya Taman Jatijajar.

“Kami punya komitmen setiap kelurahan ada satu taman yang bisa dimanfaatkan anak-anak khususnya, keluraga dan lansia, komitmen ini kami wujudkan meski dengan perjuangan luar biasa,” katanya.

Mohammad Idris melanjutkan, tahun depan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan membangun taman di pinggir situ, tentunya dengan tetap mematuhi ketentuan kementerian terkait GSS atau Garis Sempadan Sungai 50 meter.

“Maka dari itu, kebun-kebun dan hutan tetap dipelihara, kita namakan taman hutan kota yang ada di sebelah barat tepatnya di Sawangan Bojongsari,” ungkapnya.

“Nanti juga akan ada jembatan gantung yang menghubungkan antara Sawangan dan Bojongsari,” pungkas Mohammad Idris.

Untuk diketahui, 5 peringkat berhasil diperoleh dua taman di Depok, jika nilai persyaratan minimal terpenuhi, RBRA Pratama dengan rentang nilai 249-285, RBRA Madya dengan rentang nilai 286-321, RBRA Nindya dengan rentang nilai 322-368. Lalu, RBRA Utama dengan rentang nilai 369-413, RBRA dengan rentang nilai 418-510.

BACA JUGA:  Mengintip Taman Musik Depok dengan Berbagai Fasilitasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *