Hamdalah, Ridwan Kamil Segera Launching Program Pulasara Jenazah

  • Whatsapp
Foto via Tribunnews/Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

WartaDepok.com – Tim Jabar Quick Response tengah merancang pulasara jenazah sebagai program baru tahun depan. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, gagasan itu muncul lantaran isu kemanusiaan tak bisa menunggu proses birokrasi yang kerap memakan waktu lama.

“JQR itu isunya kemanusiaan, merespons tanpa harus menunggu prosedur yang jadi ciri khas birokrasi. Tolong diapresiasi kenapa dihadirkan untuk memotong mata rantai birokrasi yang kemanusiaan enggak bisa menunggu,” ucap Ridwan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro.

Read More

Pria yang akrab disapa Emil itu menuturkan, memulasara jenazah kini menjadi kebutuhan masyarakat. Apalagi belakangan muncul kabar adanya warga tak mampu yang kesulitan untuk membawa dan mengurus jenazah.

“Jadi semua urusan kemanusiaan yang kita anggap layak dan dibantu secara emergensi itu masuk kategori JQR,” ungkapnya.

Tujuan utama dibentuknya JQR, kata Emil, ketika pemerintah daerah bisa melakukan cara yang sama untuk mengatasi persoalan kemanusiaan yang bersifat mendesak. “Sampai suatu hari harusnya sudah tak ada lagi kalau fungsi pemerintah daerah terdekat itu bisa cepat. Sebenarnya kita ini mem-back up.

Tapi kita enggak usah pilah-pilah, namanya juga kemanusiaan,” tuturnya. Rencananya, Emil akan menambah anggaran JQR untuk 2020. Namun, ia tak menyebut berapa tambahan anggaran yang akan diberikan. Adapun tahun ini, JQR mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 4 miliar.

“Segitu hatur lumayan karena pasti enggak ada batasnya jadi tetap dari Baznas, CSR, dan lain-lain, ada hibah tak terduga juga,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, tim Jabar Quick Response akan menambah layanan berupa pengurusan jenazah khusus bagi warga miskin. Program itu rencananya dimulai pada 2020. Untuk diketahui, Jabar Quick Response (JQR) merupakan tim bentukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang bertugas memberikan bantuan secara cepat terhadap isu kemanusiaan yang bersifat mendesak.

Saat ini JQR memiliki tujuh layanan masyarakat, yakni sakit dan darurat kesehatan, putus akses pendidikan, rumah darurat roboh, jembatan gantung darurat, listrik daerah terisolasi, gizi buruk dan rawan pangan, kebencanaan.

Ketua Harian JQR Mochammad Hanief mengatakan, program pengurusan jenazah itu diberi nama Mulasara, diambil dari bahasa Sunda yang artinya mengurus jenazah. Ide itu, kata Hanief, tercetus setelah belakangan muncul sejumlah berita soal masyarakat yang kesulitan mengurusi jenazah.

“Idenya ya karena pertama di lapangan kami banyak menemukan laporan bahwa warga miskin susah mendapat tanah pemakan, akses ambulans, beberapa berita juga muncul kejadian warga susah mengurus jenazah,” kata Hanief, Senin (23/9/2019).

Hanief menjelaskan, layanan pengurusan jenazah itu meliputi penyediaan transportasi, pengurusan jenazah, dan penyediaan lahan makam. Rencananya, JQR pun akan bekerja sama dengan lembaga swasta yang sama-sama bergerak di bidang pelayanan sosial.

“Kalau ada warga miskin perlu mobil jenazah bisa pakai, kalau enggak punya kami atau kerja sama dengan pihak lain. Memandikan, menshalatkan, mengafani. Kalau warga susah mencari tanah makam, kami carikan, di wilayah setempat,” tuturnya.

Tak hanya itu, JQR juga tengah menggodok rencana pemberian santunan kematian khusus bagi warga yang ditinggal oleh tulang punggung keluarga. Saat ini, ia masih mematangkan konsep serta payung hukum program tersebut.

“Kalau ada dana lebih akan ada santunan buat keluarga yang meninggal asalkan yang meninggal tulang punggung keluarga,” katanya. (mam/yuz/WD)

Related posts



banner 300300