Pandangan Ekonomi di Depok Bagi Pratama, Harus Seperti Ini

  • Whatsapp

WartaDepok.com – Kota Depok sebagai kota penyanggah Ibu Kota Negara dinilai cocok menjadi pusat ekonomi kreatif nasional, hal itu diutarakan bakal calon wali kota Rama Pratama.

Ia mengatakan pembangunan ekonomi kota Depok ke depan adalah ekonomi berbasis pengetahuan, termasuk di dalamnya ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

Read More

“Pergeseran generasi, perkembangan teknologi, dan dinamika ekonomi baik di tingkat nasional dan global telah mengubah wajah perekonomian kita, ” kata Rama Pratama ketika menghadiri pelatihan “Powerful Creative Content” yang digelar di Prasmanan Om Temi, Depok (31/1).

Ditambah lagi Depok tidak punya sumber daya alam. Depok juga sudah tidak memiliki wilayah yang memadai untuk membangun industri manufaktur, berupa pabrik-pabrik atau kawasan industri berskala raksasa.

“Makanya, ekonomi Depok harus bertumpu pada manusianya. Depok bisa menjadi pusat ekonomi kreatif, atau creative hub, hingga tingkat nasional. Jika mampu menjadi creative hub, Depok akan terhubung dengan industri-industri berbasis kreativitas, seperti perfilman, multimedia, clothing, fashion, dan lain lain,” papar mantan anggota Legislatif di DPR RI ini.

Syaratnya sambung Pratama, pemerintah kota mesti menciptakan ekosistem yang mendukung dan membangun diri menjadi pusat ekonomi berbasis wirausaha.

Menurut dia, pemerintah kota mestinya mampu mengembangkan usaha-usaha menengah yang terus ditumbuhkan, hingga tingkat nasional, bahkan bisa ekspor ke mancanegara.

“Syarat agar ekonomi kreatif dan UKM tumbuh dan berkembang adalah dukungan pemerintah, karena modal mereka terbatas. Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan melalui kebijakan, penyediaan modal, dan membuka akses pasar. Yang kita lihat sekarang di Depok, pemerintah lebih berpihak ke pengusaha besar, seperti pengusaha properti. Tidak ada terobosan untuk memajukan ekonomi kreatif dan UKM,” kata Rama.

Agar ekonomi kreatif dan UKM maju, tambah Pratama, Depok membutuhkan banyak pusat inkubasi digital berupa co-working space yang di dalamnya diisi pendampingan, pelatihan, business pitching, dan investor meeting.

Menurut Rama, co-working space semacam itu harus didukung penuh oleh pemerintah kota.

“Saya yakin kalangan bisnis, BUMN, kampus, dan media mau membantu, asal mereka percaya dan tergantung komunikasi pemerintah kota dengan mereka. Tidak mungkin hanya mengandalkan APBD. Di situ lah pemerintah kota dituntut harus kreatif dan inovatif. Itu yang tidak kita lihat sekarang,” papar dia lagi.

Rama menambahkan, pemerintah kota juga harus berkomunikasi dengan kalangan perbankan dan bekerja sama dengan mereka untuk membantu menciptakan skema kredit yang lebih ramah bagi UKM dan penggerak ekonomi kreatif, selain Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama ini sudah berjalan.

“Dalam jangka panjang, jika roda ekonomi kreatif dan kewirausahaan Depok bisa bergerak lebih dinamis, angka commuter ke Jakarta bisa menurun, karena orang Depok cukup bekerja di Depok. Kemacetan dan masalah transportasi juga bisa berkurang,” kata Rama.

Perlu diketahui, Rama Pratama adalah salah seorang tokoh gerakan mahasiswa pada era Reformasi 1998.

Pada masa itu, ia adalah Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia, Depok.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UI, ia melanjutkan pendidikannya di Pascasarjana Ilmu Politik UI dan kini tengah merampungkan studi doktoralnya, juga di almamaternya itu.

Pada 15 Januari lalu, Rama menyampaikan tekadnya mengajukan diri untuk menjadi calon wali kota Depok. Walau saat ini belum diusung oleh partai politik, pria yang telah menjadi warga Depok selama lebih dari 30 tahun ini optimis akan mendapat dukungan dari partai politik pada waktunya nanti. (Wan/WD)

Related posts



banner 300300