Paripurna Pembukaan Sidang ke II, Komisi C DPRD Kota Depok Fokus Pada RKPD

  • Whatsapp

WartaDepok.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menggelar rapat paripurna pembukaan masa sidang ke II periode Mei-Agustus tahun 2022 yang diadakan Selasa (10/05/2022).

Ketua Komisi C DPRD, Ir. Edi Sitorus menjelaskan, Agenda kerja Komisi C untuk masa sidang ke II dirumuskan berdasarkan; isu strategis ke 2, isu strategis ke 3, program-program prioritas pembangunan, serta program janji-janji kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, yang tercantum dalam rumusan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) kota Depok, dengan memperhatikan baik visi maupun misi RPJMD 2021-2026, kami yakini bahwa tugas pengawasan harus dilakukan secara intensif dan berkesinambungan, sehingga berbagai permasalahan pembangunan dapat diatasi secara efektif, efisien dan akuntabel.

Read More

Secara garis besarnya agenda kerja Komisi C pada masa sidang II tahun 2022 merupakan penjabaran dari rencana kerja terhadap isu strategis mengenai perkembangan dan pembangunan infrastruktur kota Depok serta permasalahan-permasalahannya yang masih tetap pada leading sektor Komisi C DPRD Kota Depok dengan rincian sebagai berikut :

A. Dari isu strategis ke 2 antara lain ;
1. Terwujudnya konektivitas antar wilayah
timur dan barat melalui jaringan jalan dan
moda transportasi yang tertata baik.
2. Terwujudnya sistem transportasi kota yang
ramah, aman, dilengkapi aksesibilitas bagi
anak dan lansia, pejalan kaki dan pengguna
sepeda, serta kelengkapan yang memenuhi
standar.
3. Terwujudnya transportasi publik yang ramahlingkungan, terintegrasi, aman, nyaman dan terjangkau untuk secara selektif
menanggulangi kemacetan kota.
4. Meningkatnya kualitas dan kuantitas
pembangunan infrastruktur di semua jenis
dan jenjang pendidikan.
5. Meningkatnya kualitas dan kuantitas
pembangunan infrastruktur rumah sakit
umum daerah dan puskesmas.

B. Dari isu strategis ke 3 antara lain ;
6. Meningkatnya kualitas permukiman sebagai
hunian yang sehat dan humanis, serta
mendorong permukiman tertata sebagai
hunian yang inklusif.
7. Terwujudnya kawasan air sebagai bagian muka
dari pembangunan kota (water-front city
development) dan tertanggulanginya banjir.
8. Terwujudnya seluruh kawasan kota yang
hijau, rindang dan bebas sampah.
9. Terwujudnya ruang publik kota yang atraktif
untuk meningkatkan harmoni dan kohesi
sosial, sekaligus sebagai ruang terbuka hijau
kota.

C. Dari prioritas pembangunan antara lain ;
10. Terwujudnya pengembangan infrastruktur konektivitas wilayah dan optimalisasi transportasi publik.
11. Meningkatnya kualitas permukiman.
12. Terwujudnya pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
13. Terwujudnya penanganan dan pengelolaan
sampah berbasis masyarakat.
D. Dari janji-janji kampanye wali kota dan wakil wali kota antara lain ;
14. Terwujudnya alun-alun dan taman hutan
kota di wilayah barat.
15. Terwujudnya pembangunan infrastruktur
pusat olahraga.
16. Terwujudnya pembangunan infrastruktur
sekolah/madrasah negeri per kecamatan.
17. Terwujudnya pembangunan infrastruktur
posyandu dan posbindu setiap rw.

Dengan perkembangan isu-isu diatas, maka agenda kerja Komisi C akan lebih meningkatkan langkah-langkah pengawasan baik melalui kunjungan lapangan, rapat dengar pendapat dengan masyarakat dan/atau perangkat daerah, maupun meningkatkan koordinasi dalam bentuk rapat kerja dengan perangkat daerah leading sektor.

“Hal tersebut kami lakukan dalam rangka
menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang erat kaitannya dengan isu strategis, yang nantinya akan kami pergunakan sebagai bahan evaluasi dan kajian komisi c dalam menyusun formula pemecahan permasalahan, dengan catatan berdasarkan pertimbangan dari situasi dan kondisi, solusi penanganan masalah tersebut harus segera ditangani secepatnya,” Tutup Edi Sitorus.

Related posts



banner 300300